5 Konsep Teknologi Yang Akan Dikembangkan Pada Revolusi Industri 4.0

Teknologi semakin berkembang pesat dari waktu ke waktu. Perkembangan teknologi ini didasari oleh kebutuhan manusia pula yang semakin meningkat dari waktu ke waktu seperti mengatasi perubahan cuaca dan iklim, menghadapi serangan hewan buas, mempermudah aktivitas ekonomi hingga kebutuhan peperangan. Titik awal perkembangan teknologi dimulai ketika revolusi industri di Inggris dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada periode antara 1750-1850.

Batu bara dimanfaatkan secara massal sebagai bahan bakar alat transportasi sehingga waktu itu kapal dapat berlayar selama 24 jam penuh dengan mesin uap. Dan pada masa sekarang itu dikenal sebagai revolusi industri 1.0. Lalu pada awal abad ke 20 dunia perteknologian kembali terguncang dengan adanya revolusi industri 2.0. Ditandai dengan penemuan energi listrik yang perlahan-lahan mulai menggantikan peranan mesin uap dan tenaga otot manusia.

Revolusi industri 2.0 pun juga berdampak pada perang dunia II dengan diproduksinya ribuan tank, pesawat dan senjata-senjata secara massal. Lalu pada tahun 1970an terjadilah revolusi industri 3.0. Pada masa ini peranan manusia sudah tidak sepenting pada masa-masa revolusi industri sebelumnya. Revolusi ini mulai menekankan pada pengembangan informasi teknologi.

Revolusi ini dipicu oleh perangkat elektronik yang dapat bergerak dan berpikir sendiri seperti komputer. Pada zaman itu komputer masih berukuran sangat besar dan membutuhkan daya sebesar 8.500 watt. Setelah penemuan semikonduktor, transistor, dan Integrated Chip (IC) membuat ukuran komputer semakin kecil dan daya listrik yang dibutuhkan pun menjadi lebih kecil pula.

Komputer pun mulai mengambil alih peranan manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi. Nah yang sekarang sedang ngetrend adalah revolusi industri 4.0 yang pertama kali dikenalkan dalam pameran industri di Hannover, Jerman pada tahun 2011. 

Revolusi ini lebih menekankan kita pada penggunaan internet yang mana bisa menghubungkan berbagai komputer dalam satu jaringan yang sama. Ada 5 teknologi utama yang dikembangkan pada revolusi ini, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, Robotic Sensors, serta teknologi 3D Printing. Nah kali ini kita akan membahas kelima teknologi tersebut dibawah ini.

 

1. Internet of Things (internet untuk segala)

 

Internet of Things (IoT) merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk mengekspansi manfaat dari konektivitas internet yang terhubung secara terus-menerus. Meskipun sebenarnya IoT tidak mempunyai definisi tetap, namun kita dapat menentukan apakah suatu perangkat merupakan bagian dari IoT atau tidak. Namun IoT bisa kita sebut adalah sistem yang mampu mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi manusia-ke-manusia atau manusia-ke-komputer. IoT telah berkembang pesat mulai dari konvergensi teknologi nirkabel, Micro-Electromechanical Systems (MEMS), dan tentu saja Internet. Biasanya orang-orang mengaitkan IoT dengan konsep "smart home" meliputi berbagai perangkat dan peralatan seperti perlengkapan pencahayaan, termostat (alat/piranti pengatur suhu), sistem keamanan rumah, kamera, dan lain-lain. Adapun penerapan IoT dalam kehidupan sehari-hari ialah smart electric plugs (colokan listrik pintar), smart garage door, kulkas pintar, smart trash can, dan lain-lain.

 

 

2. Artificial Intelligence (kecerdasan buatan)

Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan yang ditambahkan pada suatu sistem berupa perangkat elektronik atau mesin yang diprogram seperti manusia dan mengikuti tindakannya. AI sering didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah.Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan video (video games), logika fuzzy, jaringan saraf tiruan dan robotika.Karakteristik  AI adalah kemampuannya untuk memperkirakan dan mengambil tindakan yang memiliki peluang tertinggi dalam suatu tujuan tertentu. Kecerdasan buatan disandarkan pada anggapan bahwa kecerdasan manusia dapat diuraikan sedemikian rupa sehingga mesin dapat menirunya dan menjalankan tugas, dari yang paling sederhana hingga yang lebih kompleks. Tujuan kecerdasan buatan meliputi pembelajaran, penalaran, dan persepsi. Contoh penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari adalah Siri (asisten suara milik Apple dalam ponselnya), drone (pesawat tanpa awak), Tesla (kecerdasan buatan yang memungkinkan mobil untuk berkendara otomatis), dan lain-lain.

 

3. Human-Machine Interface (antarmuka manusia-mesin)

Human-Machine Interface (HMI) merupakan tempat dimana interaksi antara manusia dan mesin terjadi. HMI memvisualisasikan peristiwa secara nyata sehingga operator lebih mudah dalam mengerjakan pekerjaan fisik. Tujuan dari HMI adalah membuat pengoperasian dan kontrol mesin menjadi efektif dan memberi umpan balik atau bahkan memberi tahu kesalahan yang ada pada mesin. Lalu contoh dari HMI adalah command prompt untuk CLI. Lalu pada Apple kita mengenal Leopard, Lion, dan lain-lain. Lalu untuk Android HMI nya biasanya menjadi satu set dengan versi Androidnya.

 

4. Robotic Sensors (sensor robotik)

Robotic Sensors digunakan untuk memperkirakan kondisi dan lingkungan pada robot. Sensor pada robot didasarkan pada fungsi sensor organ pada manusia, sehingga robot bisa menganalisis linkungan di sekitarnya sebaik manusia. Terdapat 8 sensor utama pada robot yaitu touch sensor (sensor untuk mendeteksi sentuhan), light sensor (sensor untuk mendeteksi cahaya dan peka terhadap cahaya di sekitarnya), color sensor (untuk mendeteksi warna), distance sensor (untuk mendeteksi benda/objek dengan mengukur benda itu), sound sensor (untuk mendeteksi suara seperti telinga manusia), balance sensor (untuk membuat robot tetap seimbang, biasanya untuk mengukur kemiringan robot dan membantu robot saat terjatuh), gas sensor (mendeteksi gas/asap yang ada di sekitar robot), dan temperature sensor (untuk mendeteksi suhu seperti kulit manusia yang bisa merasakan panas dan dingin).

 

5. Teknologi 3D Printing

Teknologi 3D Printing adalah teknologi yang menghasilkan gambar 3 dimensi (3D) dan memungkinkan kita untuk memegangnya dan bahkan memakainya.Teknologi terbaru terkadang dimulai dari fantasi dan imajinasi, salah satunya dengan munculnya teknologi 3D printing. Bahkan, teknologi ini muncul dari film berjudul Mission: Impossible - Ghost Protocol. Di dalam satu scene terdapat perangkat canggih yang bisa mencetak topeng 3D. Akibatnya, perusahaan Jepang bernama REAL-F tertarik untuk mengembangkan teknologi serupa. Teknologi ini digunakan untuk prototyping (pemodelan) bagi banyak industri seperti otomotif, arsitektur, militer, fashion hingga biotech (penggantian jaringan tubuh manusia). Berbagai macam objek telah diciptakan melalui teknologi 3D printing ini seperti mobil, miniatur, gedung, drone, dan bahkan bagian tubuh manusia.

Baca juga : Tips ampuh merawat iphone agar awet dan tidak mudah rusak

Nah itu tadi adalah 5 konsep teknologi yang akan dikembangkan dalam revolusi industri 4.0. Teknologi-teknologi itu tentu akan memudahkan kita dalam melakukan pekerjaan sehari-hari jika kita menggunakannya dengan benar. Jadi ada baiknya kita untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada agar kita tidak ketinggalan zaman dan bisa bersaing di masa depan. Dan akhir kata semoga kita dijauhkan dari pengaruh-pengaruh buruk dari teknologi yang akan datang. 




Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah