Cerita Fiksi - Aku ini pacarmu bukan ?

Bagaimana pada umumnya sepasang kekasih yang saling mencintai. Merasa bahagia akan kehadiran salah satunya. Merasa ingin tau dimana pasangannya berada. Ada disaat pasangan membutuhkan dan paham tentang sifat serta karakter pasangan. Namun berbeda denganku, kata seorang teman aku yang berjuang untuk pacarku, aku yang harus berubah demi dia. Dan aku yang takut akan kehilangan sampai tanpa aku sadari perubahan terjadi di hidupku. Tidak hanya sifatku namun fisikku, bukan berubah lebih baik namun kearah yang menjadikanku lupa akan love my self. Hari demi hari seperti itu, aku yang sebelum pacaran dengannya bernama Dion tak pernah posesif. Aku tak peduli dengan kabar, aku tak pernah memulai komunikasi. Namun semenjak dengan Dion semua berbalik. Aku yang selalu ingin tau dimana dia, aku yang selalu menawarkan apa yang dia butuhkan, aku selalu menghubungi dia duluan. Cemas tentang keadaannya kadang membuat pikiranku kacau dan mood tak karuan. Sebab dia sering kali menghilang, tapi dalam batinku aku yakin dia sangat sibuk dengan pekerjaannya. 

Pernah terbesit sesekali tentang masa lalu awal mula hubungan ini, siapa yang berjuang tentu Dion. Aku sebagai wanita pada umumnya juga ingin diperjuangkan. Aku kenal Dion sejak SMA, aku merasa sangat yakin tentang perasaan dia. Lalu aku yang tidak suka basa basi menanyakan tentang kedekatan kita. Dengan tegas Dion menyatakan perasaanya. Beberapa bulan pertama layaknya pacaran yang masih baik-baik saja, tiap kali kita bertengkar masalah sepele selalu aku dengan mudah mengucapkan kata putus tapi Dion tidak pernah mengiyakan. Kalau dihitung sudah 5x aku seperti itu. Tiba di anniversary hubungan masih biasa tetap layaknya sepasang kekasih. 

19 Maret  satu bulan setelah anniv yang selalu dan akan aku ingat entah sebab salahku atau bukan. Ada pesan masuk di line. Dari siapa aku juga tidak mengerti, chat yang berisi 

"Kamu penggoda, kamu sadar dimana harga diri perempuan yang merebut kekasih orang ? Jauhi Dion cukup sampai disini, waktu lampau sudah aku maafkan." 

Bagaimana aku bisa mencermati pesan tersebut, pikiran kacau hati tergores. Pedih hancur rasanya. Siapa yang dimaksut penggoda, siapakah yang tidak punya harga diri. Apa betul aku. 

Dion "Maafkan aku telah menyakiti, 3 bulan sudah aku bersama wanita itu, mungkin dia telah memberimu peringatan. Mari bertemu sekali saja atas permintaan maafku"

Bagaikan petir di siang hari, bagaimana ini terjadi. Kemaren kita sangat baik-baik saja, tangis tak terbendung tissu kuhabiskan hati rasanya. Tak pernah kubayangkan, drama apa yang mereka perbuat untuk permainan ini. Mengapa aku jadi tersangka menurut wanita itu. Padahal akulah korbannya. 

Minggu, Pukul 09.00 dengan wajah tersenyum kutemui Dion, niat baiknya aku terima dengan permintaan maaf namun sedikit catatan yang aku berikan kepada wanita itu dengan tanpa sengaja air mata ini berjatuhan. Lalu kutinggalkan dia sedangkan doaku dalam hati semoga kamu menyesal.

"Hai wanita yang bukan penggoda pacar orang, selamat atas pencapaianmu. Terimakasih sudah jujur denganku aku harap kamu selalu bahagia. Namun aku yakin Dion akan menyesal telah memilihmu" Anggi

Anggi namaku, kuliah disalah satu universitas swasta Yogyakarta jurusan Tehnik Sipil semester 6. Ini pertama kalinya aku merasakan sakit hati. Pertama kalinya aku bisa menangis lepas padahal beban hidupku tak pernah kubiarkan menangis. Mengapa aku tak bisa memaki pada mereka padahal ingin sekali. Kadang aku berfikir inilah sebab ketidakpekaanku terhadap pasangan, aku terlalu cuek karena bagiku sepasang kekasih akan saling menjaga kepercayaan tanpa harus menceritakan tentang kesibukannya. Karena pasti paham kita sama-sama sibuk, namun untuk bertemu juga sering. Karena memang aku bukan tipe yang sering chattingan pegang hp. Bagiku obrolan langsung lebih menyenangkan dan berkesan. Sudah lupakan biarlah berlalu.

10 September aku yang telah baik-baik saja namun tidak sepenuhnya. Aku tetap kadang merindu.

"Bisa kita bertemu sebentar ? Aku di tempat biasa menunggumu datang" Dion

Hatiku bergejolak namun tak mau menampakan. Iya aku masih sayang tetapi aku takut ada kesalahan terulang, itu pikirku. Berbeda dengan hatiku setelah mendengar ucapan permintaan maafnya dan dia menyesal dengan mudah memberi senyum termanis yang aku punya. Dalam hatiku yang pernah terucap sumpah untuk wanita itu terkabul. Aku terheran mengapa Dion kembali padaku. Ingin kutanyakan namun aku tak mau merusak moment ini. Kita baik-baik saja kembali seperti dulu. 

Nasehat bertubi datang padaku dari sahabat. Mereka tak rela bila aku kembali dengan Dion, mereka khawatir akan terjadi sesuatu padaku. Aku jelaskan bahwa sekarang aku ingin memberi kebahagiaan hatiku adapun nanti Dion bukan jodohku aku sudah menyiapkan ketegaran dan ikhlas. 

Aku belajar dari kesalahan, mencoba dewasa mengesampingkan ego dan memecahkan masalah tanpa harus berkata putus. Dionpun juga sama terlihat jelas perubahannya. Komunikasi aku terapkan, mau itu chat, telepon, bahkan bertemu selagi luang. Kemanapun dia pergi aku tanya, saling berbagi informasi tentang keberadaan. Merubah penampilan agar enak dipandang.

Tak peduli dengan komentar sahabatku kita masih baik-baik saja selama 1,5th. Tidak ada yang aneh bagiku, berantem trus menangis pasti ujungnya kita akan kembali jadi aku terbiasa dengan itu. Dia yang sibuk dengan aktifitasnya juga aku paham. Dia yang lebih sering keluar sama teman-temannya, dia yang menghilang beberapa hari bahkan offline. Aku sangat menerima karena setelah itu dia akan datang kerumah, terus begitu berulang-ulang. Kalau ditanya kenapa tidak pernah posting berdua ? Karena dia tidak suka. Ya aku mengerti dan tidak mempermasalahkan. 

Sahabatku namanya Jesica, sahabatan sejak SMP rumahnya tidak jauh dariku. Beda universitas dan jurusan namun kita masih sering bertemu. Dia yang selalu berkomentar negatif ketika aku bersama Dion lagi. Tidak semua negatif kadang kala juga memberi support. Memberi masukan tapi aku hanya berterimakasih tanpa mengikuti ucapan dia. 

"Aku memang bucin, tapi aku bahagia"

Jesica "Semoga kamu selalu bahagia, aku hanya menilai dari sudut pandang yang kamu ceritakan jadi aku berfikir negatif. Tapi karena kamu yang merasakan mungkin memang dia baik. Jika ternyata dia ketahuan tidak baik dan mengulangi kejadian masa lalu kamu harus siap"

"Iya aku siap selalu"

Mengapa jesica sangat menghawatirkanku berawal dari saat aku bertemu dengan jesica yang sedang bersama temannya. Akupun kenal dengan temannya dan posisiku bersama Dion.

Diah yang nrocos pas ngga sengaja ketemu " Eh anggi lagi sama pacaranya yaa ?" 

Aku tersenyum sambil memperkenalkan Dion.

Dion menyapa "Hai aku Dion temennya Anggi"

Jesica dan aku terkejut namun senyumku bisa menutupinya sedangkan jesica sudah tak enak dipandang lalu mengajak Diah pergi duluan. Aku tak mau membahas tentang itu. Tak mau merusak suasana kita terlihat biasa menikmati canda tawa. 

Jesica tak pernah membahas tentang apa yang terjadi tentangku dengan Dion. Mungkin karena dia udah bosan menasehatiku atau memang dia tidak peduli dengan hubunganku. Kita kerab bertemu apalagi sekarang ada project bersama. 

Ada hal yang membuat pikiranku dibuka oleh jesica, ketika setelah mengerjakan project dicafe langganan kita tepatnya pukul 22.00 WIB menuju pintu keluar ada seseorang yang aku kenal duduk sendiri di sisi kanan. Dengan aku cermati betul dari kejauhan. Posisi duduk yang tidak asing dengan buku dimeja, headphone menempel ditelinga.

"Jes, itu Dion yaa"

Jesica "Lah aku mah ngga hafal, kamu pacarnya juga. Emang dia bilang lagi dimana ?"

"Iya aku yakin itu dia tapi ngga bilang kalau lagi disini. Tadi bilangnya lagi ngegym"

Jesica "Dia tau kamu disini kan ? Ya udah samperin sana"

"Tau kok tau, bentar jes ayo ngumpet dibalik tembok itu aku telpun dia dulu"

Tuuuttt tuuuutt tuuuttt tuutt ......

Tuuuttt tuuuttt tuutttt tuuuuttt.......

Jesica "udah samperin aja kalau yakin itu dia. Kan pacarmu juga ngapain ngumpet. Lagian dia sendirian ini"

"Hallo Dion, lagi dimana ? Di cafe yaa kok ngga bilang ? Mau aku temenin ngga"

Dion "Iya lagi dicafe, ya terserah kalau mau nemenin."

Jesica "HEH ANGGGIIIII aku tanya kenapa dia ngga bilang kamu kalau lagi di cafe yang sama padahal dia tau kamu ada disini. Kenapa dia duduknya berjauhan sama kamu, dia itu pacarmu bukan ? Harusnya seorang pacar kalau tau ceweknya di tempat yang sama ya nyamperin. Ditelpon juga lama banget ngangkatnya padahal jelas2 disitu kita lihat dia pegang hp. "

"Jes, aku minta maaf yaa kalau misal kamu pulang duluan gimana, aku meu nemenin Dion. Aku juga ngga tau alasan dia begitu kenapa tapi mumpung kita disini aku bisa ngobrol sama dia apalagi dari kemaren udah berantem"

Jesica "Oke gpp, aku santai tapi awas aja kalau tiba-tiba kamu cerita tentang dia sampai nangis lagi. Semoga baik-baik saja"

"Jes, bajuku gimana ? Dandananku cantik kan ? Kumus banget ngga. Aku mau ke kamar mandi dulu mumpung dia ngga liat"

Jesica "Astaga nggiiii kamu ini kenapa sih, kamu tau ngga kalau idah cantik. Kamu wanita perfect masih mikir tentang gituan. Heh kalau dia pacarmu pasti nerima kamu apa adanya. Bukan malah meminta kamu seperti bukan diri sendiri. Kamu pasti khawatir kan karena dia dikelilingi cewe-cewe ? Dan kamu takut kalah cantik hmmm"

"Iya jes betul"

Baca juga : Cerita - Cinta yang menjerumuskanku

Akupun berpisah sama sahabatku. Entah aku benar atau salah telah meninggalkan sahabatku demi pacar. Aku memilih bertemu pacarku daripada pulang bersama sahabatku. Ada hal yang aku membuatku terus berfikir mengapa aku seperti ini, mengapa sahabatku sampai berkata begitu. Iya yaa aku ini pacarnya bukan ? Tapi kenapa aku selalu merasa baik-baik saja diperlakukan seperti itu. Yang terpenting sekarang aku bahagia dengan keberadaannya.

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Jan 23, 2020, 4:04 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Jan 16, 2020, 11:57 PM - ulfah aminatun
Jan 16, 2020, 2:31 PM - Lintang Dyah Puspita
Jan 15, 2020, 2:31 PM - Lilis Juwita
Tentang Penulis

Semua manusia tidak sempurna namun bagaimana caranya membuat kesempurnaan dengan apa yang ada pada dirinya.

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah