Puisi - Aku, Teman Wanitamu

Untuk kepergian yang selalu memberi jarak di setiap detiknya

Berpamitan adalah basa-basi paling menyakitkan

Kau melambaikan tangan bersama langkah yang mengayun menjauhiku

Tentu. Aku membalasnya, tersenyum dan berpura-pura baik-baik saja

Hanya kenangan yang baru saja kau tinggalkan menambah buntut panjang dari ingatan yang sulit ku lupakan

Pernah, sejenak aku menjedanya. Tetapi hanya kehampaan yang menggantikannya

Perih. Sesak. Juga menyakitkan. Menunggu kedatangan yang meragukan

Hanya kerinduan yang ku harapkan.

Berharap bisa menuntunmu kembali pulang

Dan kembali bersama kekhawatiran.

Khawatir kedatanganmu bersama kepergian yang lebih menyakitkan

Karena bersamamu menambah rasa cinta, yang kau balas dengan cinta, namun juga dengan kemarahan

Kemarahanmu pada wanita lain, yang tetap selalu kau datangi juga

Namun, aku tetap menunggu, menunggu setiap kedatangan

Kamu!

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah