Cara Membidik Naskah Tembus Media Koran Nasional

Menulis adalah hobi atau penghasilan bagi seseorang. Terkadang, lewat menulis ia bisa menjadi seorang yang kaya raya dan terkenal. Sebagaimana yang telah dibuktikan para penulis best seller seperti Tere Liye, Boy Candra, Habiburrahman El -Zirazy, Andrea Hirata dan Lainnya. Mereka setiap tahun mendapatkan ratusan juta lewat satu buku, bagaimana dengan buku yang lain. Bayangkan sendiri.

Di zaman ini, banyak bertebaran media online yang memawadahi para penulis untuk mengekspresikan dalam bentuk tulisan. Ada yang berhonor atau tidak. Itu semua hanyalah sebuah wadah bagi siapa yang ingin menulis.Namun, tidak semuanya lolos Kurasi bahkan tidak ada kabar kelanjutan naskahnya tersebut.

Ada beberapa trik yang mampu tembus media nasional.

 

1. Mencari Email Media

Media online menerima naskah lewat pengiriman email, selain itu bisa ditolak atau dianggap sampah. Maka, mencari email ini terbilang penting, sebab kita akan mengirimkan naskahnya lewat email tersebut.

2. Mencari Informasi Media 

Misalnya kalian mau mengirimkan tulisan ke media Jawa Pos. Terpenting dari penting lainnya, adalah mencari informasi media tersebut. Dikhawatirkan media tersebut sudah lama tidak menerima naskah. Nah, bagaimana cara kita untuk mengetahui informasi. Silahkan kalian cari di grup FB, ada grup Media Koran. di sutu banyak bertebarang pemuatan karya dari berbagai media.

Selain mencari informasi media, juga mencari informasi email. terkadang email media tersebut berubah. Bisa-bisa kita salah sasaran bidik dan hasilnya pun gak ada.

3. Tepat Bidikan

Ada beberapa media mencantumkan batasan penerimaan naskah, misalnya media majalah tabloid Nova. Di sana hanya menerima cerpen seputar perempuan,  karena medianya untuk perempuan. 

Selain itu, juga dalam media jarang pemuatan genre romantis alay, tetapi lebih dominan pada genre sosial atau memiliki makna ibrah/contoh teladan yang patut dicontoh. 

4. Tulis Kata Pengantar di badan Email

Penulis itu wajib punya adab. Maka, ke-adaba-an seorang penulis terlihat dari cara mengirimkan naskah pada media, yaitu kata pengantar yang sopan. Ibaratkan kalian pergi bertamu, yang paling utama adalah mengucapkan salam atau mengetok pintu, bukan langsung nyelonong kayak maling. Bisa diusir dan tidak diterima oleh tua rumah.

Kata pengantar ini ditulis dibadan email, bukan dilampirkan dalam naskah atau dilampirkan dalam word berbeda baren sama naskah. Contoh:

Kepada yang terhormat

Redaktur Harian Umum 

Suara Merdeka

Di Tempat

Saya bermaksud mengirimkan naskah cerpen yang berjudul “Azimat Sing Penting Tenang”, untuk dapat dimuat di Harian Umum Suara Merdeka. Naskah dan biodata penulis terlampir.

Saya sangat berharap agar redaktur Harian Umum Suara Merdekaberkenan membaca cerpen saya. Dan kelayakan pemuatan sepenuhnya berada di tangan redaktur. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Sumenep, 12 Desember 2019

5. Menunggu

Ada media yang tidak memberitahukan apakah naskah tersebut dimuat atau tidak. Jadi, kalian tunggu selama 2-3 bulan. Jika tidak dimuat bisa dikirim ke media lain, itu pun harus mengirimkan surat pernyataan bahwa naskah tersebut dicopot. Ada juga naskah yang dimuat yang sama, karena dalam aturan press tidak boleh. Hal tersebut dikatakan plagiasi meskipun nama penulisnya sama namun instansi pemuatan yang berbeda.

6. Honor

Honor adalah upah yang diberikan platfrom untuk penulis bagi naskah yang dimuat. Honor ini berupa uang. Jika cerpen kalian dimuat di Jawa Pos, sekali muat 1 juta. Karena fiksi yang palin mahal pemuatan adalah cerpen. Maka, beruntunglah kalian yang pintar menulis cerpen dan mendapatkan honor. Setahun bisa naik haji. Haha.

 

Itulah 6 jurus yang mampu menembus media online sekali kirim. Terpenting, jangan berniat mencari uang, namun menulis adalah hobi dan media adalah wadah bagi kalian untuk menjaga konsistensi menulis ke depan. Selamat mencoba.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis

Pemuda yang bersemedi tulisan setiap waktu

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah