Cara menjadi guru yang kharismatik

Jika Anda berada di depan orang lain, tanpa bicara dan tanpa berbuat apa-apa, tetapi orang sudah mengagumi Anda, maka dapat diartikan bahwa Anda memiliki kharisma. Apalagi, ketika Anda berbicara, orang-orang akan memperhatikan dengan seksama, seolaholah tidak mau melewatkan satu kata pun yang terucap dari mulut Anda. Itulah pribadi yang memiliki kharisma yang kuat. 

Orang yang memiliki kharisma yang kuat itu setidaknya ia memiliki wawasan yang luas dan menguasai keilmuan yang dalam. Wawasan yang luas membuat ia dapat beradaptasi dengan cepat dalam lingkungan dan kondisi apapun. Keilmuan yang dalam dapat menempatkan semua pembicaraan berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang valid. Sehingga, apa yang dilakukan dan apa yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh semua orang. 

Tuntutan seorang guru sebagai sumber Ilmu adalah dapat mentransfer pengetahuan dan keilmuan yang dlmlllkl kepada orang lain. Tuntutan ini bukan persoalan ringan. Seseorang yang sudah lama menjadi guru bahkan kadang masih merasa tidak mampu mentransfer pengetahuan dan keilmuannya kepada murid-muridnya secara optimal. 

Lalu, bagaimana cara agar ilmu dan pengetahuan yang kita miliki dapat tertransfer kepada murid-murid kita dengan baik? Hal pertama yang perlu dikembangan dalam kepribadian kita ada menjadi orang yang kharismatik. 

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa pribadi yang kharismatik itu memiliki wawasan yang luas dan menguasai keilmuan yang dalam. Dengan keilmuwan dan wawasannya, pribadi yang kharismatik itu dapat menjadi magnet yang menarik perhatian orang lain. Nah, berikut ini kita akan mencoba mempelajari langkah-langkah agar menjadi pribadi yang kharismatik. 

1. Perilaku yang Sejalan dengan tujuan 

Tujuan yang jelas merupakan dasar bagi seseorang untuk mencapai yang diharapkannya. Tujuan seorang guru adalah menebarkan kebaikan. Oleh karena itu, diharapkan seorang guru memiliki perilaku yang sejalan dengan tujuannya. 

Sebagal jalan yang lngin klta |alul dalam hidup Int, Etlka menjadl jalan yang memberlkan makna dan art! hidup Rita. Perllaku yang tldak sejalan dengan tujuan dapat menyebabkan perwujudan yang berbeda darl niat. 

Menyelaraskan perilaku dengan tujuan dapat membantu dirl kita sendirl untuk dipercaya orang Iain. Dengan demikian, keprlbadian kita akan lebih kuat dan sesuai yang diharapkan orang lain. 

2. Perilaku yang Blsa membanggakan 

Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bag! perilaku positif. Kepercayaan diri merupakan rasa bangga yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat kita harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap. 

Dengan sikap yang etik maka akan muncul kebiasaan atau perilaku yang bisa dibanggakan. Dengan demikian, kepercayaan diri meningkat dan kita dapat melakukan hal-hal positif yang bermanfaat. 

Ketika kepercayaan diri baik, maka dapat menjadi magnet pemikat bagi orang lain. Sebab, kepercayaan diri ini disebabkan oleh perilaku yang bisa dibanggakan. Perilaku yang bisa dibanggakan tentu saja adalah perilaku yang baik. 

3. Sabar dan Penuh Keyakinan 

Semua orang dituntut untuk sabar dalam menghadapi apapun. Demikian pula dengan seorang guru. Kesabaran akan menolong kita untuk bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang. Kesabaran juga menghindarkan kita dari “jebakan” halhal buruk yang terjadi secara tiba-tiba. 

Sifat sabar dan perilaku sabar yangdidukung dengan keyakinan akan membuahkan citra diri yang sempurna. Sifat dan sikap seperti itu selalu mendatangkan respons positif dari orang Iain sehingga kita menjadi pribadi yang memikat. 

4. Teguh Pendirian 

Berperilaku baik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pribadi yang memiliki kharisma itu memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita - citakannya. 

Cita-cita adalah harapan yang dibangun melalui proses yang diperjuangkan. Keteguhan menjalani proses itu yang akan membuat seseorang menjadi lebih kharismatik dan mampu memikat orang Iain. 

5. Konsisten 

Sebagai guru, kita harus menjaga perspektif. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri. 

Dengan melihat kenyataan tersebut, kita akan dapat mengerti dan memahami bahwa konsisten pada hal-hal yang baik akan menciptakan situasi yang membahagiakan. Ketika orang lain menerima bias kebahagiaan kita, maka ia akan datang kepada kita dengan penuh kegembiraan pula. 

 

Kharisma seseorang tidak muncul begitu saja. Ia harus dibangun sejak dini dengan perilaku-perilaku yang baik secara konsisten. Perilaku-perilaku yang baik ini hanya akan dapat dilakukan oleh orang-orang yang secara konsisten mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk mencapai kebaikan. Capaian kebaikan inilah yang akan memendarkan cahaya kharismatik. 

Seorang guru yang kharismatik adalah guru yang mampu memikat hati siswa-siswanya sehingga ketika tampil di depan siswa-siswanya, ia didengar dan diperhatikan secara seksama. 

Kepribadian yang kharismatik seperti imi menjadi kunci awal agar kita dapat menarik perhatian siswa sehingga kita dapat mengaplikasikan pembelajaran dengan penuh kegembiraan dan diterima siswa - siswa kita dengan lapang dada.

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis
Artikel Populer
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Des 31, 2020, 6:13 AM - Mardiana
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 27, 2019, 4:00 AM - Istainu