Tips penanganan cedera pada pergelangan kaki yang terkilir

Ankle sprain adalah cedera pada pergelangan kaki yang terkilir. Cedera ini menyebabkan jaringan penghubung (tendon) di engkel atau pergelangan kaki meregang bahkan robek. Pergelangan kaki terkilir bisa terjadi pada siapapun terutama saaat berolahraga yang banyak melibatkan otot kaki. Fakta menyebutkan bahwa ankle sprain merupakan cedera pergelangan kaki yang banyak dialami, selain fraktur dan patah tulang.

Sebagian besar cedera ankle sprain bersifta ringan dan bisa diatasi secara mandiri di rumah. Namun jika penanganan ankle sprain tidak ditangani secara cepat dan tepat, pergelangan kaki yang terkilir justru dapat makin melemah dan rentan mengalami cedera setelah pulih. Sementara untuk kasus yang lebih parah, misalnya terjadi robek pada ligamen, dokter perlu melakukan operasi.

Gejala cedera ankle sprain

Gejala utamanya adalah nyeri pada pergelangan kaki dengan tingkat nyeri tergantung seberapa lama cedera hinggap di tubuh pasien posisi pasien saat terjatuh. Rasa nyeri akan semakin terasa saat proses untuk berdiri ataupun saat berjalan. Selain nyeri saat berjalan seringkali memunculkan suara letupan kecil seperti "pop...pop...pop..." disertai terasa pergeseran tulang.

Ankle sprain sebenarnya tidak mengharuskan pasien untuk ke dokter. Namun bila muncul kejadian dibawah ini saya sarankan anda jangan menunda lagi untuk ke dokter.

  • Nyeri hebat yang tidak bisa ditahan oleh pasien
  • Tingkat nyeri yang konsisten atau tak kunjung menurun dalam 5-7 hari
  • Tidak dapat berjalan

Jika anda sudah menunda untuk ke dokter sedangkan anda sudah mengalami poin ketiga maka cedera sulit untuk disembuhkan karena otot yang terkena cedera dan sekitarnya sudah terlampau kaku dan tegang.

Ada beberapa tips nih penanganan sementara untuk di rumah

  • Istirahatkan pergelangan kaki. Hindari aktivitas yang dapat menambah nyeri, bengkak, atau semacamnya. Rebahan adalah jalan terbaik.
  • Kompres dingin pergelangan kaki. Kompres dengan es batu yang dibalut handuk/kain/plastik. Kompres selama 20-30 menit, 3-4 kali sehari.
  • Naikkan pergelangan kaki. Saat rebahan usahakan posisi kaki lebih tinggi dari dada. Tujuannya adalah mengurangi pembengkakan di engkel
  • Bebat pergelangan kaki. Bebat dengan kinesiotape bertujuan untuk meredakan bengkak, mengurangi pergerakan, dan menstabilkan posisi kaki.

(taping ankle sprain)

INGAT INI PENGOBATAN SEMENTARA JIKA NYERI TIDAK JUGA HILANG DALAM 3-5 HARI LANGSUNG HUBUNGI DOKTER/FISIOTERAPIS
 

Maka dokter akan menyarankan:

  • Artroskopi, dilakukan untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Tindakan ini dilakuka dengan alat khusus berupa selang kecil dengan kamera di ujungnya agar bisa melihat kondisi jaringan yang akan dibedah.

(kira kira seperti ini artroskopi ankle)

(kira kira seperti ini artroskopi engkel)

  • Bedah rekonstruksi, pembedahan ini untuk memperbaiki jaringan yang robek atau mengantikannya dengan jaringan yang sehat dari kaki sebelahnya.

Baca juga : Tips wisata kuliner tanpa memikirkan kantong bolong

 

FISIOTERAPI

Setelah pulih dari cedera, dokter pasti akan menyarankan rehab dengan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi pergelangan kaki seperti semula. Fisioterapis akan mengintervensi sesuai kebutuhan pasien dengan tujuan menguatkan otot di tungkai agar ketahanan, ketangkasan, dan keseimbangan seseorang tetap normal saat melakukan aktivitas.

Pasien juga bisa meminta fisioterapis untuk mengembalikan fungsi tungkai sesuai profesi dan kesehariannya. Misalnya pasien adalah atlet MMA maka tungkai atlet MMA tersebut membutuhkan latihan kekuatan, kelincahan/reflek, kecepatan, ketahanan, serta akurasi yang dibutuhkan melebihi orang orang pada umumnya.

Pergelangan kaki terkilir yang ringan biasanya membutuhkan waktu pemulihan selama 6-12 minggu.

Komplikasi ankle sprain

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi kalau pasien menunda untuk ke dokter akan berdampak lebih besar salah satunya komplikasi. Komplikasi akan muncul jika cedera tidak ditangani secara cepat dan tepat, melakukan aktivitas terlalu berlebihan setelah cedera padahal dokter/fisioterapis masih belum memperbolehkan pasien beraktivitas berat, atau mengalami keseleo secara berulang. Komplikasi yang akan muncul antara lain berupa:

  • Cedera jangka panjang (kronis) pada pergelangan kaki
  • Sendi engkel menjadi tidak stabil dan rentan cedera ankle sprain lagi
  • Radang sendi (arthritis) pergelangan kaki

Pemakaian sepatu harus diperhatikan saat berolahraga. Terkadang hal kecil semacam ini masih dilalaikan oleh masyarakat saat berolahraga. Pakailah sepatu yang sesuai ukuran serta sesuai dengan aktivitas yang akan dijalankan.

 

SIMAK SEJARAH DIBALIK DERBY MANCHESTER DISINI

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah