Celoteh Senja Kala itu

Aku sengaja menunggu malam datang, ketika jiwa-jiwa beristirahat, melepaskan lelah juga menyamankan lelap. Namun, di sudut ruang kau, 'kan temui mereka para pemburu inspirasi yang bertarung dengan malam. Sekadar membuat narasi untuk mengisi hari. 

 

Perihal senja, rasa, dan seruannya. 

 

Kau lihat senja itu, keindahannya tak tertukar. Jingga di langit putih kebiru-biruan. Seulas merah menyala binar mentari yang kan segera tenggelam dan kembali ke rumahnya. Lalu kau temui waktu petang bersama seruan azan memanggil penghuni semesta 'tuk segera singgah di rumah penuh berkah. 

 

Kali ini, aku tak akan membicarakan senja, tawar rasanya, orang banyak mengelukanmu. Sedangkan aku, hanya dapat mengagumimu lewat aksara. Di sana ada banyak keindahan yang dapat dinikmati, bukan perihal langitnya, atau rona yang menghiasi sisinya tetapi ia yang hidup berpayungkan senja di bawahnya.

 

Gulungan ombak berlarian, berusaha menepi ke pantai dengan pasir putih bersih. Gemuruhnya melekat, bagai senandung pelipur rasa mengingat kenangan atau rindu di masa lalu. Riaknya, coba lihat begitu damai saat temu menjawab di tengah semesta yang bergurau. 

 

Menikmati pantai tak lengkap rasanya tanpa mengabadikan momen. Sayangnya lagi-lagi hanya lewat aksaralah aku mampu menulis tentangmu. Aku si pecundang rasa yang tak pernah berani bersuara. Hanya mampu menerima setiap perangai yang kau tunjukkan padaku. 

 

Liarnya ombak, tak pernah selaras dengan rasa yang mengalir begitu saja. Jika narasi memerlukan alur, ombak membutuhkan pantai, senja membutuhkan semesta, aku? Apa boleh aku berharap kamu kembali? 

Meski rasa yang dulu tak mungkin hidup di tempat yang sama setelah beribu luka bersarang merajam hatinya. Kecewa menderai, melupakan janji juga masa pernah bersama. 

 

Semoga saja tak 'kan berakhir tragis. 

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis

Seorang wanita penyuka hujan, penikmat kopi dan senja. Sangat menyukai puisi dengan beragam diksi, juga Quotes. Untuk mengenal Indah lebih jauh bisa melalui akun FB : @indah saa atau IG : @indah_ryu atau wattpad : @indahcrew

Artikel Populer
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Des 31, 2020, 6:13 AM - Mardiana
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 27, 2019, 4:00 AM - Istainu