Cerpen Bumantara dan Segala Cintanya

BUMANTARA DAN SEGALA

CINTANYA

Karya : Glayen R.



Betapa ku mencintaimu

Dari terang hingga gulita

Dari suci hingga berdosa

Lelah diantaranya menciumku mendesak menuju sesat paling sakit bersama lara yang berbahagia.

Kau setan yang kucintai hingga bosan terabaikan.

Kau duka yang kusayangi hingga hati ini agaknya terluka.

Kau permata yang kudambakan hingga aku menjadi gila.

 

Baskara. Kaulah sosok nya. Setan berbayang hantu yang ku candu.

.......

 

"Luna, seri mu tak secerah hari kemarin, ada apa?" Tanya angin malam padaku. Aku hanya diam membisu dan menatap bumi dengan nanar. Mataku serasa terbakar, sesak hatiku memaksa air mataku keluar.

 

"Baskara, dia mencintai bumi" ujar bintang disebelahku mewakilkan hatiku.

 

Angin malam berembus menggelitik diriku lembut dan menenangkan hatiku, "luna, janganlah kau bersedih, kau sudah terlalu menyakiti dirimu selama ini, berhentilah mencintai baskara, mentari itu hanya membuat hari harimu sulit.."

 

"Tidak begitu. Tidak begitu" ujarku memotongnya. "Aku kira selama ini baskara mencintaiku, dia menyinariku sepanjang malam, bertahan dalam lelah nya untuk membuatku berseri. Tapi ternyata, yang dia sinari adalah bumi. Bukan aku. Dan kini aku terjebak dalam dilemaku, bagaimana aku bisa, terus menerangi malam bumi, padahal aku membencinya? Aku tak bisa terus begini. Sakit hati aku bertabur cahaya mentari. Sejatinya, ia mengirim separuh cahaya nya padaku, untuk tetap menerangi bumi yang tak dapat ia gapai seluruhnya. Sementara aku disini, sebagai saksi bahwa baskara mencintai buminya"

 

"Luna, kau cinta pada baskara, aku tahu itu. Tapi yang membuat semua ini rumit, ya dirimu sendiri. Sejatinya, cinta hanya tentang rela. Bagaimana kau bisa merelakan segalanya supaya ia bahagia. Dan kini, kau dihadapkan pada dua bagian cinta. Cintamu pada baskara. Dan cintamu pada dirimu sendiri. Tapi tak imbang rasanya, jika kau mencintai mentari lebih dari kau sendiri. Jadi, relakanlah. Bagaimana kau bisa menyusun luka luka itu, menjadi sebuah makna. Sehingga kau mengerti, apa arti cinta yang sesungguhnya, adalah rela. Bagaimana kau bisa merelakan dia, tapi hatimu tetap bahagia. Hatimu hanya harus rela, Luna" ucapan angin malam menohokku. Dan membukakanku suatu pengetahuan baru. Lalu ia mengitariku dan menghangatkanku, lalu pergi menuju barat, bersiap untuk melayarkan kapal kapal para nelayan.

 

Lintang disebelahku berdeham, dan melirikku sambil tersenyum manis.

 

"Ada apa?" Tanyaku. Dia hanya menatapku sekilas dan berbisik ringan.

 

"Apakah kau tahu, mengapa angin malam bisa setegar itu? Ia terus bekerja semalaman bergerak kesana kemari, dikejar waktu jangan sampai pagi datang dan pekerjaannya belum usai. Namun disamping itu, ia selalu memastikan cintanya selalu berseri, anggun. Meskipun, yang ia cintai tidak tahu, bahwa ia terus menanti. Saat cintanya tidak berseri malam ini, ia merelakan waktu bekerjanya untuk menghibur pujaan hatinya. Meski ia tahu, pujaan hatinya mencintai baskara" ujar lintang.

 

"Apa?! Astaga. Hahaha" tawaku meledak memenuhi angkasa. "Akhirnya, hari ini, aku mengerti kesederhanaan dibalik 'mencintai' bahwa kerelaan adalah arti cinta sebenarnya. Baskara, untuk saat ini mungkin aku belum bisa melupakanmu, tak tahu kalau besok"

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Jan 23, 2020, 4:04 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Jan 16, 2020, 11:57 PM - ulfah aminatun
Jan 16, 2020, 2:31 PM - Lintang Dyah Puspita
Jan 15, 2020, 2:31 PM - Lilis Juwita
Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah