Citampi Stories, Game Buatan Indonesia Terseru 2020

Citampi Stories, Game Buatan Indonesia Terseru 2020 — Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pecinta game yang cukup besar di dunia. Ada jutaan pemain game aktif di Indonesia yang memainkan semua jenis game, baik game online maupun offline. Tidak hanya pemain saja, Indonesia juga sudah mencoba memulai debut dalam pembuatan game.

Salah satu pembuat game yang berhasil sukses adalah Ikan Asin Production. Perusahaan game ini terkenal melalui game simulasi kehidupan bernama Citampi Stories. Citampi Stories adalah sebuah game simulasi yang bercerita tentang seorang pemuda yang orangtuanya terlilit hutang. Jika tidak sanggup membayar, maka pemuda tersebut harus menikah dengan anak rentenir yang memiliki segala minus. Sebagai pemuda inilah kamu akan berperan.

Suasana Game

Sebagai game buatan Indonesia, Citampi Stories mempunyai suasana yang sangat kental dengan keadaan kampung di Indonesia. Di dalam game ini terdapat masjid, minimarket, gym, tempat pemancingan, toko baju, dan lain sebagainya. Tentunya semua dibangun dengan ciri khas Indonesia. Bahkan di toko baju juga terdapat baju batik dan koko khas Indonesia.

Misteri Setiap Karakter

Selain itu, ada banyak karakter yang akan menemani kamu di game Citampi Stories ini. Seluruh karakter memiliki kisahnya tersendiri. Kamu bisa mengungkapnya dengan terus berkomunikasi dengan mereka dan melaksanakan misi sesuai dengan karakter masing-masing. Akan ada 3 kali cerita atau scene di setiap karakter. Setiap cerita akan terbuka ketika kamu berhasil menaikan level pertemanan sebanyak 1 love.

Bekerja

Di dalam game buatan Indonesia ini kamu juga bisa bekerja. Setiap hari dalam game kamu akan dimodalkan dengan energi sebesar 100%. Kamu bisa menggunakan energi tersebut untuk kerja. Dengan kerja, kamu akan mendapatkan sejumlah uang tergantung pekerjaan yang kamu lakukan. Untuk menemukan pekerjaan di game Citampi Stories tidaklah sulit. Akan terdapat papan loker di Area 1, 3, dan 4. Kamu bisa memilih pekerjaan di sana.

Ketika bekerja, kamu akan kehilangan energi 10% setiap satu kali kerja selama 1 jam. Tetapi, kamu tidak bisa menghabiskan seluruh energi tersebut. Kamu harus menyisakan setidaknya 1 persen energi. Sehingga dalam satu hari kamu bisa bekerja selama 9 jam (kecuali jika kamu menambah energi melalui makanan). 

Menjual dan Menukar Barang

Bukan Indonesia namanya kalau tidak ada Tukang Rongsok. Sebagai game buatan Indonesia, Citampi Stories juga menyediakan Tukang Rongsok (di dalam game dikenal sebagai Tukang Abu Gosok). Di Tukang Abu Gosok, kaku bisa menukar 3 barang bekas kamu menjadi barang lain, seperti obat nyamuk, korek, dan lain sebagainya. Selain itu, kamu juga bisa menjual barang tak terpakai di Pak Tatang.

Berkeluarga

Bukan life simulator namanya kalau kita tidak bisa berkeluarga di dalam game. Dalam game Citampi Stories, kamu bisa melakukan PDKT atau pendekatan pada 4 gadis cantik bernama Nabila, Isma, Windy, dan Sarah. Kamu bebas memilih mendekati siapapun. Jika sudah waktunya, kamu bisa menikahinya dengan memberi cincin yang dijual oleh Pak Tatang.

Ketika sudah berhasil menikah, kamu juga bisa memiliki buah hati atau anak. Sebelum memiliki anak, kamu harus mencari barang keperluan anak, seperti lemari, kotak mainan, dan ranjang bayi. Cari dan temukanlah ketiga barang ini agar bisa mendapatkan anak. Begitu sudah terkumpul, kamu juga harus menghadapi istri kamu yang mengalami ngidam. Kamu harus menuruti setiap keinginan istri kamu sampai bayi kamu lahir.

Demikianlah pembahasan mengenai salah satu game buatan Indonesia terseru, yaitu Citampi Stories. Kamu bisa mendapatkan game ini secara gratis melalui Google Play Store.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis

Nama Lengkap : Wildan Mustofa Tanggal Lahir : 14 Februari 2003 Status : pelajar Facebook : Wildan Musthofa Instagram : @wildaners14 Mangatoon : Wildan Mustofa

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah