4 Fakta mengerikan Dibalik Perayaan tahun Baru, Salah Satunya Pelecehan Seksual

Rasanya baru kemarin kita memasuki tahun 2019 setelah mengalami dan merayakannya bersama miliyaran orang di seluruh dunia. Mulailah kita mengulas kembali peristiwa-peristiwa yang telah terjadi sepanjang tahun seperti tayangan kaleidoskop di acara TV yang tak ingin ketinggalan uforia.

Tidak hanya sekadar ganti kalender, tahun baru kerap diwarnai tradisi-tradisi, salah satunya adalah pesta perayaan tahun baru. Perayaan tahun baru sudah lama mejadi tradisi sekuler yang dijadikan sebagai hari libur nasional untuk seluruh dunia. Paus Gregorius XIII menetapkan perayaan penting bagi umat kristiani ini pada 1 Januari sejak tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia ikut merayakannya.

Berikut ini fakta-fakta mengerikan yang dirangkum Tulisanku yang terjadi selama perayaan tahun baru

 

1.       Perayaan Tahun Baru Rawan Kecelakaan

Perayaan tahun baru biasanya diadakan Car Free Night di beberapa pusat kota. Masyarakat Indonesia merayakannya dengan berkendara roda dua maupun roda empat untuk mencapai pusat-pusat titik lokasi. Ditambah dengan musim hujan, jalanan sering kali licin dan ramai.

Telah terjadi banyak kasus dan musibah yang memakan banyak korban. Kepolisian sendiri telah berjaga-jaga setiap tahun untuk kemungkinan kecelakaan dan terus bersiap-siap dalam operasi lilin. Meskipun dari data angka kecelakaan dua tahun sebelumnya menurun, tetap saja jumlah angka kecelakaan yang dibandingkan dengan hari-hari biasanya memang tinggi.

Dari data yang dimiliki Kementrian Perhubungan, tercatat angka kecelakaan pada tahun 2016 ketika natal dan tahun baru sebanyak 1.100 kejadian dan pada tahun 2017 sebanyak 778 kejadian. Kita tidak bisa memprediksi apakah tahun ini mengalami penurunan atau kenaikan, meskipun pihak kepolisian berusaha menekan angka kecelakaan tetapi kejadian apapun dapat terjadi dengan berbagai kemungkinan.

2.       Tingkat Pelecehan Seksual Mningkat

Kerumunan masa, menginap di area wisata, dan sejumlah penginapan sering menjadikan kesempatan yang empuk bagi pelaku-pelaku kejahatan seksual. Pelakunya bukan hanya orang yang tidak di kenal, bisa juga teman atau pacar.

KPAI (Komisi Perlindungan Anak) memberikan pernyataan resmi mengenai kewaspadaan Kejahatan seksual pada anak pada perayaan tahun baru. Orangtua diminta untuk mengawasi hotel atau wisma selama perayaan tahun baru 2019.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurang selektifnya pihak penginapan dalam memberikan ijin dan promo. Yang mana kerap disalahgunakan oleh pelaku. Beberapa kasus yang dapat di jadikan contoh adalah kasus di Jerman yang terdapat lebih dari 10 wanita diserang dan dirampok padahal pihak kepolisian Jerman telah menyediakan zona aman bagi wanita dalam pesta perayaan tahun baru 2018. Bahkan di India pemerkosaan terjadi dengan leluasa di gang-gang area perayaan.

 

3.       Panggung Hotel Hilton Roboh tahun 2014

Kemeriahan hingar-bingar tahun baru sering kali dimeriahkan dengan panggung-panggung konser. Namun di kota Kolombo Srilanka hal tersebut mungkin saja membawa luka dan trauma yang mendalam. Pasalnya Malapetaka  pesta pergantian tahun yang diselenggarakan di Hotel Hilton menjadi tragedi robohnya panggung yang disediakan khusus untuk tamu.

Sekita 700 tamu penting terluka, bahkan 30 lainnya harus dilarikan ke rumah sakit. Ironisnya karyawan hotel  tidak membantu evakuasi korban, melainkan sibuk mengumpulkan botol-botol kosong bekas minuman.

Mengingat kembali panggung-panggung di Indonesia yang juga sering didirikan demi kepentingan perayaan tahun baru, sebaiknya sahabat Tulisanku berhati-hati dan berusaha berada jauh dari panggung.

4.       35 Orang di china Tewas Karena berdesak-desakan dan terinjak

Perayaan tahun baru 2015 di China menjadi momok yang mengerikan hanya karena sebuah dolar palsu. Korban meninggal karena berdesak-desakan dan juga karena terinjak-injak kerumunan. Kronologisnya berawal dari beberapa orang keluar teras atas dari sebuah Bar yang mulai menyebarkan uang dolar kepada kerumunan masa.

Melihat hal tersebut ribuan orang berdesak-desakan untuk berebutan mengambil uang dolar yang dilmpar itu.  Massa juga tak bisa dikondisikan karena sedikitnya petugas yang berjaga. Mirisnya setelah diselidiki ternyata dolar-dolar yang disebar tersebut hanyalah dolar palsu. Akiban insiden ini 35 orang meninggal dunia dan 42 orang luka-luka.

Di Indonesia sendiri kerumunan masa sangat mudah tersulut untuk terjadi desak-desakan. Apalagi jika dilihat kembali masa orang yang merayakan perayaan tahun baru dibilang cukup banyak, maka berhati-hatilah dan lebih baik menjauh dari kerumunan masa yang padat.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, alangkah bijaknya kita mempertimbangkan resiko-resiko yang akan datang bila kita ingin melakukan sesuatu. Perayaan tahun baru mungkin bagi sebagian orang dianggap sangat penting, namun cara merayakannya tak perlu selalu menghamburkan uang untuk pergi ke acara-acara besar, nonton konser, maupun bermain petasan yang membahayakan diri sendiri. untuk merayakan tahun baru bisa kita isi dengan saling berbagi dengan korban-korban bencana alam yang ada di indonesia seperti Tsunami Aceh. Sahabat tulisanku ada ide apa untuk merayakan pergantian tahun?

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis

Saya adalah mahasiswa jurusan politik dan warga negara. Saya orang yang imut dan ideologis.

Artikel Populer
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Des 31, 2020, 6:13 AM - Mardiana
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 27, 2019, 4:00 AM - Istainu