Puisi - Hujan dan Kelabu

Kamu adalah hujan

Iya,

Selalu membawa kelabu sebelum datang

 

Kelabumu tentu mengusikku

Ada apa?

Kenapa?

Namun kamu hanya datang bergeming

Lalu menumpahkan kesahmu

 

Katakan padaku,

Sesulit itukah percaya?

Kamu datang

Tetapi tidak bertahan

 

Kamu memang hujan

Hanya saja,

Hujanmu tanpa pelangi

Tak ada suka setelahnya

 

Terlalu sulit mungkin

Pahami aku

Aku akan memahamimu

 

Cobalah

Lihatlah sisiku

Temukan mauku

 

Hingga kini

Hujan tetaplah hujan

Tak ada yang berubah

 

Maaf hujanku,

Bukan ku tak ingin

Tetapi hati adalah hati

Bukan baru yang bisa kau kikis

 

Hujanku, 

Lihat aku

Bukan hanya kamu

Aku juga kelabu

 

Hujanku,

Dengarkan aku

Maukah kamu menepi

Berganti menjadi matahari

 

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Tentang Penulis

Hai hai!

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah