Inilah Penggunaan Diksi Dalam Puisi yang Perlu Anda Pelajari!

Halloo sobat diksii.. di sini, saya akan membahas sedikit mengenai Diksi Dalam Puisi. Mengapa harus ada diksi di dalam sebuah puisi? Haruskah? Lantas, bagaimana cara mengaplikasikannya? Nah! Bagi anda yang masih bertanya-tanya mengenai hal tersebut, hayuk dibaca sambil bersantai ria. Jangan sepaneng, yang santuy saja, oke!

Pengertian Diksi

Sebelum membahas Diksi dalam Puisi, Alangkah baiknya jika terlebih dahulu mengetahui apa itu Diksi. Karena, di sini yang jadi topik utama adalah Diksinya, ya.. Lantas, Apa itu diksi? Pengertian Diksi adalah suatu pilihan kata yang tepat dan selaras dengan penggunaannya dalam menyampaikan sebuah gagasan atau cerita yang meliputi gaya bahasa, ungkapan, pilihan kata, dan lain-lain, sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan.

Jadi, Diksi bisa disebut dengan pilihan kata yang dirasa menarik, lalu dipasangkan dengan kata yang tepat dan cocok, agar dapat menjadi sebuah kalimat yang indah dan sempurna. Ingat, ya.. yang tepat dan cocok! Jangan sampai diksi itu berlebihan, ataupun kurang sepadan, harus seimbang. Karena jika berlebihan nantinya bisa mengarah ke mana-mana dan melenceng jauh dari makna awal.

Penggunaan Diksi

Perlu anda ketahui, bahwa diksi bukan hanya ada dalam sebuah puisi, loh! Diksi juga perlu digunakan dalam membuat suatu karya sastra yang berupa tulisan. Misalnya; cerpen, novel, karya ilmiah, artikel, dan lain-lain. Dengan adanya Diksi atau pemilihan kata  yang tepat, akan menjadikan tulisan kita menjadi lebih enak dibaca dan menarik tentunya. Tanpa adanya pemilihan kata yang tepat, acak-acakan, terlalu panjang dan tidak berujung akan menjadikan pembaca cepat bosan dan tidak tertarik dengan apa yang telah kita tuliskan. 

Diksi Dalam Puisi

Mengapa saya memilih mengulas tentang Diksi dalam Puisi? Karena, Diksi yang digunakan dalam membuat puisi lebih mengarah ke perasaan. Terlebih, membuat sebuah puisi haruslah ada ruh atau nyawa agar pembaca dapat meresapi dan mengikuti alunan sajak yang dituangkan sang penulis. 

Menulis puisi bukan halnya seperti menulis dalam buku harian. Namun, menulis puisi adalah tentang menguras emosi. Menuangkan rasa senang, sedih, sakit, dan banyak rasa lainnya yang tidak bisa diucapkan lewat perkataan. Seseorang yang menulis puisi haruslah mengikut sertakan perasaannya kepada karya tulisnya. Dan hal tersebut juga memerlukan pemilihan kosakata yang tepat, yang menggambarkan suasana atau luapan emosi yang akan dituangkan seorang penulis tersebut. Lantas, bagaimana cara memperoleh kosakata yang menarik?

Kosakata yang menarik dapat diperoleh dengan banyak membaca karya orang lain, banyak membaca antologi puisi, atau bahkan dengan browsing di internet. Misalnya kamu dapat mengganti kata sendiri menjadi sepi, sunyi, senyap, kosong, dan kata hilang menjadi hirap, lesap dan masih banyak lagi kosakata yang dapat memperindah karya anda.

Bonus Diksi yang tepat

1. Hembusan angin; dersik sarayu, semilir angin, sarayu berhembus
2. Geledek (gemuruh); langit berdentum
3. Langit menurunkan hujan; Nabastala menangis
4. Senja; Semburat jingga, sinar aruna (merah).
5. Rindu; Renjana
 

Nah, sekarang sudah mengerti, kan, jika diksi dalam sebuah puisi itu sangatlah penting. Jadi, tetap semangatlah mengumpulkan kosakata yang indah, agar karya yang dibuat juga indah tentunya. Terimakasih, telah membaca sampai akhir :)

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar
andreas waluyo - Jan 20, 2020, 3:46 AM - Tambahkan Balasan

sangat membantu kak terkusus dalam kemajuan artikel saya juga mengenai puisi kak... trimaksih ya kak... mampir ya kak

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis

Sesosok Puan yang terjangkit penyakit Diksi

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Jan 19, 2020, 4:07 AM - andreas waluyo