Lawan Patah Hati dengan 5 Kegiatan Positif Biar Bebas Galau

Setiap orang pasti pernah merasakan patah hati. Ada yang mudah melaluinya dan ada pula yang merasa kesulitan. Hal itu lumrah adanya.

Kepahitan patah hati itu juga sering mendorong seseorang melakukan hal-hal nekat. Mulai dari tak nafsu makan, tak ingin berkegiatan, hingga terparah ialah bunuh diri.

Mengacu kepada survei yang dilakukan oleh Universitas St. Andrews pada 2010, diketahui bahwa persentase patah hati antara wanita dan laki-laki berbanding sangat jauh. Wanita berada di angka 40 persen sedangkan laki-laki 26 persen.

Sebenarnya, menghadapi situasi patah hati tidaklah sulit. Bahkan, ketika patah hati, diri kita bisa menghasilkan beragam karya yang ciamik.

Untuk itulah, daripada terhanyut pada kegalauan patah hati lebih baik energi negatif itu disalurkan dengan suatu yang positif. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyalurkan energi negatif menjadi sesuatu yang positif. Apa saja hal itu? Yuk, disimak tulisan ini!

 

Menulis Puisi

Gambar Menulis Puisi(Merdeka.com)

 

Ketika sedang patah hati, lumrahnya hati tengah berkecamuk. Dari kondisi hati seperti itu, biasanya muncul beragam pikiran-pikiran yang memenuhi otak.

Daripada pikiran-pikiran itu menyalur kepada hasrat negatif, baiknya pikiran-pikiran itu disalurkan dalam susunan kata dalam puisi. Dengan begitu, hasrat negatif akan berubah jadi positif.

Kondisi patah hati pun memudahkan diri kita untuk meluapkan segalanya. Bahkan, diri kita tak terasa sudah mengeluarkan kata-kata romantis dan picisan dari relung hati yang patah.

Deret kata yang lahir dari perasaan terdalam itu merupakan refleksi kejujuran hati. Hal itu akan membuat puisi lebih bermakna dan mengena kepada siapapun yang membacanya.

Selain itu, kondisi patah hati pun membuka suatu perspektif unik saat membuat puisi. Sebab, kondisi hati yang kalut dapat mendorong otak untuk melahirkan diksi-diksi menarik dengan rasa estetis.

Bila dipikirkan, bila tumpukan puisi patah hati itu dikumpulkan, bisa saja jadi sebuah buku. Dari buku yang sudah diterbitkan itu, bila banyak menyukai dan membelinya bukan tidak mungkin memberikan pundi-pundi uang bagi kita.

 

Berolahraga

Gambar berolahraga(beritasatu.com)

 

Energi negatif yang berlebihan saat patah hati harus segera dikeluarkan. Dengan begitu, pikiran-pikiran negatif pun dapat dikeluarkan. Untuk itu, energi negatif itu bisa dikeluarkan melalui olah raga.

Energi negatif itu akan keluar seiring bulir keringat keluar dari tubuh. Dengan derasnya keringat keluar maka kumpulan energi negatif itu pun akan berkurang. Pikiran akan lebih segar.

Untuk jenis olah raga yang bisa dipilih untuk mengeluarkan energi negatif itu bergantung pada diri masing-masing. Pilihlah olah raga yang memang amat digemari atau dikuasai.

Bila memang menggemari bermain sepak bola, maka bermainlah sepak bola. Bila lebih tertarik pada voli, bermainlah voli. Atau, bisa memilih olah raga lainnya.

Manfaat dari mengeluarkan energi negatif melalui olah raga yang paling utama ialah menyehatkan tubuh dan pikiran. Dengan begitu, diri menjadi lebih segar dan sehat.

 

Bermusik

Bagi mereka yang bisa bermain alat musik, baiknya energi negatif dari patah hati disalurkan dengan bermusik. Sebab, energi negatif, sama halnya dengan melahirkan puisi, dapat menjadi pendorong lahirnya lagu-lagu indah.

Suasana hati yang tengah galau dapat disalurkan untuk melahirkan nada-nada indah nan melankolis. Apalagi, suasana hati seperti itu dapat membuat lagu yang lahir dapat memiliki jiwa.

Dengan demikian, lagu tersebut dapat langsung menyentuh hati siapapun yang mendengarkannya. Lagu dari hati yang patah bisa memiliki keunikan pada nilai estetikanya.

Keunikan itu bisa terasa dari pilihan lirik, nada, hingga komposisi musiknya. Bahkan, tak jarang, energi patah hati itu dapat membuat seseorang bisa bereksperimen dengan leluasa dalam meramu lagu ciptaannya.

Daripada energi patah hati hanya untuk diratapi, baiknya salurkan dalam bentuk lagu dan musik. Percayalah, lagu yang lahir dari keremukan hati dapat pula mendatangkan pundi-pundi uang.

 

Membaca

Beberapa orang, ketika patah hati akan memilih untuk melamun dan hanyut dalam kegalauannya. Padahal, banyak hal yang bisa dilakukannya daripada sekedar melamun.

Membaca merupakan salah satu yang bisa dilakukan saat patah hati melanda. Apalagi, bagi seseorang dengan tipe malas bertemu orang lain saat patah hati, membaca merupakan kegiatan yang tepat untuk menyalurkan energi negatifnya.

Dengan membaca, energi negatif akan tersalurkan dengan sendirinya. Sebab, membaca akan membawa diri kita fokus pada konten bacaan.

Bahan bacaan yang bisa dibaca saat patah hati beragam, bergantung pada kegemaran diri. Akan tetapi, biasanya bahan bacaan yang bisa menyalurkan energi negatif itu dalam bentuk prosa.

Hal itu dikarenakan dengan membaca cerita fiksi maka diri akan mendalami konteks imajinasinya. Otak kita akan dibawa untuk membayangkan peristiwa-peristiwa yang ada dalam cerita.

Dengan begitu, lamunan yang tadinya hanya mengacu pada perasaan patah hati akan tersalurkan dengan imajinasi positif. Terlebih, dengan membaca, diri kita akan terpacu untuk menulis.

Selain itu, membaca akan memberikan asupan kepada otak. Dengan begitu, otak tidak akan terjebak dalam nuansa hati yang galau.

Daripada melamun tanpa juntrungannya, lebih baik waktu kegalauan dihabiskan dengan membaca buku. Dengan begitu, diri kita akan terhindar dari pikiran-pikiran negatif, khususnya soal bunuh diri.

 

Melukis

Kegiatan lain yang bisa dilakukan untuk menyalurkan energi negatif patah hati ialah melukis. Ya, kegiatan semacam ini amat cocok dilakukan bagi mereka yang memiliki kemampuan melukis atau menggambar.

Sama halnya dengan menulis puisi dan bermusik, energi negatif yang disalurkan dalam kegiatan melukis akan melahirkan karya-karya unik nan menarik. Karya-karya itu pun akan memiliki keterikatan emosional yang kuat, baik kepada si pembuatnya maupun penikmatnya.

Selain itu, kondisi patah hati akan memberikan banyak ide-ide menarik. Ide-ide untuk melukis itu dapat menjadi ranah eksplorasi diri.

Bila mampu mengatur kondisi hati, maka kualitas lukisan itu akan lebih meningkat. Jangan kaget, bila lukisan yang lahir dari kondisi patah hati akan memiliki cita rasa emosional yang kuat.

Melukis itu juga dapat berpotensi mendatangkan pundi-pundi uang. Jadi, daripada hanya berdiam diri larut dalam kegalauan, lebih baik disalurkan menjadi sebuah karya lukis.

Baca juga : Solusi buat yang minder sama masa lalu

Demikianlah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menyalurkan energi negatif dari patah hati. Ketimbang hanya tenggelam pada kegalauan, lebih baik disalurkan kepada hal yang positif bukan?

Semakin positif kegiatan yang dilakukan saat patah hati maka semakin terjauh diri dari keinginan bunuh diri. Nantinya, melalui kegiatan positif, kegalauan hati pun sirna.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis

Alumni Sastra Jawa UI, Penulis

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah