Mahasiswa Jurusan Sastra Jawa Pasti Mempelajari 5 Hal Ini

Banyak yang masih tidak mengetahui apa saja yang dipelajari oleh mahasiswa program studi atau jurusan Sastra Jawa. Bahkan, banyak yang berasumsi bahwa kuliah di jurusan tersebut otomatis diajarkan untuk menjadi dalang atau sinden.

Asumsi seperti itu wajar saja. Sebab, mata kuliah di jurusan Sastra Jawa tidak banyak yang mengetahuinya.

Padahal, lulusan jurusan tersebut tidak otomatis menjadi dalang atau sinden. Ada banyak ilmu yang dipelajari oleh seorang mahasiswa Sastra Jawa.

Untuk itu, dalam tulisan ini akan dibahas lima hal yang dipelajari ketika menjadi mahasiswa jurusan Sastra Jawa. Berikut paparannya!

Belajar Bahasa Jawa

Sebagai jurusan yang mempelajari bahasa, tentu mahasiswa jurusan Sastra Jawa akan mempelajari Bahasa Jawa. Mulai dari tata bahasanya, tingkat tuturnya (Ngoko, Madya, dan Krama), tata cara pelafalannya, dan lain sebagainya.

Bahkan, mahasiswa jurusan Sastra Jawa akan mempelajari perbedaan dialek dari satu daerah suku Jawa dengan daerah lainnya. Tak hanya itu, mahasiswa jurusan tersebut akan mempelajari bagaimana penggunaan Bahasa Jawa dalam bentuk produk modern.

Seperti, penggunaan Bahasa Jawa dalam dunia jurnalistik, periklanan, dan lain sebagainya. Mahasiswa Sastra Jawa juga wajib mempelajari bagaimana pembentukan kata dalam Bahasa Jawa.

Mereka, mahasiswa Sastra Jawa, pun diajarkan bagaimana menganalisis fenomena kebahasaan bahasa Jawa dan masih banyak hal lain terkait bahasa yang dipelajari. Oleh sebab itu, belajar Bahasa Jawa menjadi hal utama yang wajib dipelajari oleh mahasiswa jurusan tersebut.

 

Mempelajari Bentuk dan Ragam Sastranya

Hal selanjutnya yang pasti dipelajari mahasiswa Sastra Jawa ialah perihal sastranya. Dalam khasanah kesusastraan Jawa, banyak bentuk dan ragam yang tidak diketahui oleh masyarakat awam.

Bahkan, tidak sedikit orang Jawa yang tidak paham dengan bentuk dan ragam sastra Jawa. Misalnya, tidak semua orang Jawa memahami apa itu Parikan atau Kakawin yang sebenarnya bagian dari bentuk karya sastra Jawa.

Sebagai mahasiswa jurusan Sastra Jawa, bentuk dan ragam itu pasti dipelajari. Bahkan, ada kalanya para mahasiswa mempraktekkan membaca tembang-tembang Macapat (salah satu bentuk puisi Jawa).

Mahasiswa Sastra Jawa pun diajarkan mengenai runut perkembangan karya sastra Jawa. Mulai dari zaman kuno hingga masa kini.

Sama halnya dengan mempelajari bahasanya, mahasiswa Sastra Jawa juga diajarkan untuk menganalisis karya sastra. Mulai dari membedah struktural karya sastranya hingga menemukan makna yang terkandung di dalamnya.

 

Mempelajari Filologi

Filologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai manuskrip-manuskrip atau naskah-naskah kuno. Di jurusan Sastra Jawa, mahasiswanya mempelajari membaca naskah Jawa yang pastinya beraksara Jawa.

Mempelajari Filologi Jawa merupakan satu kewajiban bagi mahasiswa jurusan Sastra Jawa. Sebab, sebagian besar objek penelitian jurusan tersebut masih berupa naskah beraksara Jawa.

Selain mempelajari aksara Jawa, di jurusan tersebut mempelajari aksara Jawa Kuno, Pegon, hingga Sansekerta. Bahkan, untuk beberapa perguruan tinggi, jurusan Sastra Jawa juga mempelajari aksara lain.

Seperti, mempelajari aksara Bali dan Sunda. Kedua jenis aksara tersebut biasanya dipelajari oleh mahasiswa Sastra Jawa lantaran kedekatan bentuk dan penulisannya.

Masih banyak lagi bidang ilmu Filologi yang dipelajari oleh mahasiswa Sastra Jawa. Dengan mempelajari Filologi, jurusan Sastra Jawa menjadi unik.

Keunikan tersebutlah kiranya menjadi daya tarik jurusan tersebut. Apalagi, di beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan jurusan Sastra Jawa atau Sastra Daerah biasanya masih diminati oleh banyak calon mahasiswa.

 

Mempelajari Budaya Jawa

Ya, di jurusan Sastra Jawa pastinya mempelajari Budaya Jawa. Adapun, budaya yang dimaksud itu cukup luas. Sehingga, bisa dikatakan, mahasiswa Sastra Jawa mempelajarinya mulai dari produk-produk hingga esensi-esensi makna budayanya.

Bila kuliah di jurusan tersebut, mahasiswanya akan mempelajari mengenai wayang, tarian-tarian, hingga alat musik Gamelan khas Jawa. Semuanya dipelajari oleh mahasiswa jurusan Sastra Jawa.

Namun, bukan berarti mempelajari beragam bentuk budaya tersebut mahasiswa Sastra Jawa akan bekerja sebagai dalang atau sinden ya! Tujuan mereka mempelajari itu agar dapat memaknai tiap produk budaya Jawa.

Apalagi, saat mempelajari bagian budaya Jawa, mereka pun akan mempelajari filsafat Jawa dan juga alam pikiran Jawa. Mahasiswa Sastra Jawa akan mempelajari bagaimana cara orang Jawa berpikir dan bertindak ketika menjalani hidupnya sehari-hari.

Dengan begitu, ketika menjadi sarjana nanti, mereka dapat menjelaskan esensi-esensi kebudayaan Jawa. Hal itu menjadikan mereka pakar ilmu mengenai Sastra dan Budaya Jawa.

 

Belajar Sejarah Orang Jawa

Selain mempelajari bahasa, sastra, aksara, dan budayanya, di jurusan Sastra Jawa, mahasiswanya akan mempelajari sejarah juga. Ya, mempelajari sejarah itu penting untuk dapat memahami perkembangan dinamika suatu budaya.

Tentunya, sejarah yang dipelajari berkaitan dengan orang Jawa atau budaya Jawa. Mulai dari masa zaman batu, zaman kerajaan, hingga zaman modern.

Tak hanya itu, mahasiswa Sastra Jawa pun akan mempelajari sejarah hubungan kerajaan Jawa dan kerajaan-kerajaan lainnya. Baik hubungan lingkup regional-lokal maupun hubungan internasional.

Banyak ilmu yang akan didapatkan oleh mahasiswa jurusan Sastra Jawa saat mempelajari mengenai sejarah Jawa.

Baca juga : Kesalahan yang dilakukan oleh pejuang PTN

---

Demikianlah beberapa gambaran ilmu yang dipelajari bila kuliah di jurusan Sastra Jawa. Pada dasarnya, setiap jurusan unik seperti jurusan Sastra Jawa memiliki potensinya sendiri.

Selain itu, tidak selalu lulusan Sastra Jawa diharuskan menjadi praktisi kebudayaan Jawa. Hanya saja, dengan ilmu yang didapatkannya selama kuliah, alumnus Sastra Jawa pasti memiliki keunikan tersendiri.

Mulai dari cara pandang terhadap suatu masalah, bersosialisasi, hingga melihat peluang. Hal itu, disadari atau tidak, dipengaruhi oleh ilmu yang dipelajarinya selama di bangku kuliah.

Setiap jurusan pastinya memiliki keunggulan masing-masing yang tidak bisa dibandingkan. Apa yang dipelajari mahasiswa Sastra Jawa menjadi keunikan dan keunggulannya sendiri.

 

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis

Alumni Sastra Jawa UI, Penulis

Artikel Populer
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Des 31, 2020, 6:13 AM - Mardiana
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 27, 2019, 4:00 AM - Istainu