Puisi Memori Dikala Hujan

 

Selepas musim kemarau usai

Mega mendung kian berlabuh 

Membasahi bumi pertiwi

Sepadan anila membiaskan petrikor nan ampuh

 

Kala ini aku menikmati rinai hujan dibalik jendela

Tetiba sejarah pun melintas tanpa izin

Kedalam afeksi secara berkala

Perihal filantropi nan sempat terjalin

 

Ah lagi-lagi ku terjerat masa lalu

Yang dimana tatkala kita menikmati dinginya malam

Diatas roda dua sembari menahan malu

Bersama hujan nan limit menyilam

 

Nestapaku mampir diluar nalar

Membelenggu semua rekognisi

Bersama batasan hujan nan tak kunjung kelar

Sepadan aku pun tak bisa bereaksi

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah