Mengulas Budidaya Tanaman Rimbang/Takokak

Mengulas Budidaya Tanaman Rimbang/Takokak

 

Rimbang atau yang disebut dengan Takokak yang di Jawa Barat disebut juga Leunca adalah tanaman yang berumur panjang usianya sampai bertahun-tahun dan berbentuk semak takokak tahan akan penyakit layu, karena itu sebabnya bahwa tanaman takokak ini sering dipergunakan sebagai batang bawah dalam penyambungan.

 

Tanaman Rimbang atau Takokan ini yang dikenal sebagai bahasa latin Salanum Ferrogium  Jacq, sebagai bahasa daerah Cepoka; Cokowana; Pokak atau Terong pipit memiliki berbagai manfaat yang mengandung vitamin A dan vitamin C yang cukup besar untuk dikonsumsi. Disamping itu juga khasiat dari tanaman ini ialah sebagai pengobatan alternatif dan herbal orang-orang sekitar yaitu untuk mengobati pinggang kaku; bengkak karena terpukul; sakit masalah lambung; telat datang bulan dan jantung berdebar.

 

Pertumbuhan tanaman rimbang atau takokan ini tidak terlalu rumit hanya cukup di tempatkan di dataran rendah maupun dataran tinggi, waktu menanam tanaman ini adalah saat pada awal musim kemarau atau akhir musim hujan tetapi disamping itu kita juga bisa menanam tanama rimbang atau takokan ini pada musim hujan datang.

 

Cara menanam tanaman rimbang atau takokan sebagai berikut:

1.       Rimbang atau takokan disemai terlebih dahulu  seperti tomat pada umumnya.

2.      Setelah bibit mencapai ukuran kurang lebih sepuluh centimeter dan dengan umur kurang lebih satu koma lima bulan dapat dipindahkan ke kebun yang telah kita siapkan sebelumnya.

3.      Ketika kita menanam rimbang atau takokan berikan kurang lebih jaraknya tanam sekitar tujuh puluh kali delapan puluh centimeter (70 x80cm).

4.      Dalam pemupukan dengan pupuk kandang hanya dapat dilakukan apabila tanahnya kurus dan apabila pemupukan dengan pupuk buatan jarang dilakukan bila tanahnya tandus dan dapat diberikan 40kg  ZA, 80kg DS.

5.      Perawatan tanaman rimbang atau takokan ini tidak perlu berlebihan cukup membersihkan rumput-rumput disekitaran tanaman bila ada.

6.      Hama dan peyakit tanaman rimbang atau takokan ini bisa bersarang dan mengganggu pertumbunan tanaman ini.

7.      Panen, dalam masa panen ini juga cukup mudah tidak terlalu berlebihan hanya saja buah pertama dipetik setelah tanaman berusia kurang lebih tiga bulan dari waktu menyebar tanaman. Buah yang dipetik biasanya buah yang hampir tua dengan warna yang sedikit kekuningan pada kulitnya.

8.     Tanaman rimbang atau takokan ini biasanya dalam panen dalam satu tanaman hasilnya bisa mencapai dua kilogram per pohonnya dalam jangka kurang lebih satu sampai dua tahunnya.

Tanaman rimbang atau takokan ini juga bisa dikonsumsi dalam pasca panen dengan cara di lalap mentah dengan campuran sambal mentah atau diolah sebagai sayuran dengan tauco atau cabe hijau.

Okay, sedikit penjelasan dari saya semoga penjelasan mengenai Budidaya Tanaman Rimbang/Takokak bisa bermanfaat bagi teman dan kakak-kakak semua. Terima kasih.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis

Saya hanya seorang penulis, pembisinis, dan motivator muda yang penuh energik untuk selalu semangat dan sukses di masa depan.

Artikel Populer
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Des 31, 2020, 6:13 AM - Mardiana
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 27, 2019, 4:00 AM - Istainu