Menjadi Ibu Teladan Ditengah Arus Akhir Zaman

Bismillahirrohmanirrohim

Aku Ingin menjadi Seorang Ibu Terbaik

Sosok Ibu merupakan sosok yang sangat dekat dengan anak-anaknya. Ia menjadi madrasah utama untuk anak-anak suaminya. Siang malam Ia harus menjalankan tugasnya, baik sebagai Ibu maupun istri yang terkadang lelahnya hanya Ia dan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui. Menjadi Ibu terbaik tidaklah mudah. Jalannya berliku penuh keluh dan susah. Namun, hasil dari lelah mendidik putra putrinya ialah mendapatkan anak yang soleh dan soleha yang senantiasa mendoakan kebaikan atas kedua orangtuanya terutama Ibunya. Gelar menjadi Ibu terbaik tidak serta merta bisa didapatkan hanya sehari semalam, ataupun tidak juga didapatkan dari kelas-kelas Parenting yang sering dihadiri oleh Sang Ibu. Tentu menjadi Ibu terbaik harus ditempa dalam kehidupan nyata di Rumahnya.

Seorang Ibu seharusnya memiliki bekal yang baik untuk menjalankan peran sebagai Ibu bagi anak-anak mereka di Rumah. Hal ini sangatlah penting agar Ia mampu mencetak generasi soleh dan soleha yang Rabbaniyyin. Bekal yang sangat utama yang harus dimiliki oleh seorang Ibu ialah bekal ilmu, terutama ilmu syar’i. Mengapa seorang Ibu harus memiliki dan mempelajari ilmu syar’i ? Apa kegunaan bekal ilmu untuk seorang Hamba terutama Ibu ? Bagaimana pentingnya ilmu bagi Ibu untuk mendidik putra putri mereka ? Berikut penjelasan dari Para Ahli Ilmu tentang pentingnya berilmu sebelum beramal.

Dari Abu Darda’ Radhiyallahu’anhu sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Sungguh, keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah, seperti keutamaan bulan purnama dibandingkan bintang gemintang lainnya. Sesungguhnya ulama (orang berilmu) itu pewaris para nabi. Para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambil ilmu, sungguh ia telah mengambil bagian yang sangat berarti”.

Dikutip dari Kitab Imam Al-Ajurri Rahimahullah dengan judul “Akhlak Orang Berilmu dan Ahli Alquran”. Beliau Rahimahullah mengumpamakan orang berilmu dengan sebuah jalan yang terdapat banyak sekali gangguan, akan tetapi banyak orang yang harus melalui jalan tersebut. Sedangkan jalan itu sangat gelap gulita di tengah malam yang menimbulkan keraguan untuk melintasinya. Tentu orang-orang tersebut harus memiliki cahaya agar mampu melewati jalan gelap tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan lampu-lampu agar jalan tersebut dapat dilewati dengan cahayaNya yang terang. Dengan ilmu seorang Hamba bisa menunaikan kewajibannya atas hak Allah, menjauhi laranganNya dan melaksanakan ibadah-ibadah kecuali dengan berilmu. Begitupun untuk menjadi sosok ibu yang baik tentu harus berbekal ilmu. Terutama ilmu tentang mentauhidkan Allah, mendidik anak dengan metode yang telah Rasulullah ajarkan kepada umatnya serta ilmu parenting lainnya yang berkaitan dengan mendidik anak.

Sosok teladan yang harus diikuti seorang Ibu agar menjadi Ibu yang baik juga perlu diperhatikan. Dari siapa kita mengambil hikmah, pembelajaran, inspirasi dalam mendidik pola asuh anak di Rumah ? Hal ini menjadi penting karena pola asuh sang Ibu tergantung dari mana Ia mengambil sebuah ilmu (pembelajaran). Rasulullah Shalullahu ‘alaihi wa sallam merupakan sosok teladan dalam segala urusan dunia maupun akhirat. Beliau merupakan Rahmatan Lil’alamin untuk seluruh umat manusia. Terutama dalam hal mendidik anak. Generasi didikan beliau menjadi generasi terbaik umat ini. Bahkan diantara Para Sahabat ada yang dijamin masuk syurga. MasyaAllah, Laa Haula walla Quwwata Illa Billah. Meneladani akhlak beliau merupakan cara yang tepat dalam mendidik generasi kita. Tentu kita harus mengetahui akhlak beliau dari siroh hidup beliau, karena hal itu bagian dari ilmu yang harus kita ketahui.

Menghadiri majlis ilmu merupakan cara menjadi Ibu yang baik. Seorang Ibu yang akan mencetak generasi rabbaniyyin hendaklah duduk di majlis-majlis zikir. Tempat-tempat yang mengingatkannya kepada Allah. Bagaimana mungkin kita mendapatkan sosok Ibu terbaik dalam diri kita jika tempat yang kita hadiri penuh maksiat kepada Allah. Terutama majlis-majlis ilmu tentang mentauhidkan Allah, cara beribadah kepada Allah, perjalananan hidup Rasulullah dan mengetahui kisah orang-orang soleh.

Pentingnya tauhid yang lurus harus dimiliki oleh seorang ibu. Bagaimana bisa menjadi Ibu yang baik jika tauhidnya masih bengkok? Ketika anak rewel dan susah diatur maka sang ibu menggunakan sesuatu benda yang berbau kesyirikan untuk memenangkan anaknya yang rewel. Naudzubillahmindzalik! Semoga kita dan anak keturunan kita terhindar dari sifat tersebut. Pentingnya seorang Ibu beribadah dengan tauhid rububiyahNya, perlunya seorang Ibu paham beribadah dengan tauhid UluhiyahNya.

 

Sumber Tulisan Artikel :

Firanda Andirja. 2019. Syarah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab. Jakarta

Imam Al-Ajurri. Akhlak Orang Berilmu dan Ahli alquran. Penerjemah Khalifurrahman Fath. 2018. Jakarta : Alifia Books

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Jan 19, 2020, 4:07 AM - andreas waluyo