Pacaran dalam Islam? Hukum dan bahaya

            Di era saat ini terutama dikalangan masyarakat, pacaran merupakan hal yang biasa. Pacaran dianggap sebagai proses untuk mengenal lawan jenis atau ibarat wujud dari rasa cinta dan kasih sayang. Bagaimana menurut islam mengenai pacaran ? Dalam islam pacaran itu haram hukumnya. Mengapa bisa dikatakan haram? karena pada faktanya dua insan yang berlainan jenis menjalin pacaran mereka tidak tidak bisa terhindar dari pandang memandang, berduaan, dan bahkan sentuh menyentuh, Nah hal ini termasuk zina, sehingga sangat haram hukumnya menurut syari'at islam.

Pacaran dalam Islam(inilahbanten.co.id)

 

 Saat ini, tidak asing lagi ketika kita melihat pasangan remaja yang berpacaran dipinggir jalan, cafe, restoran, jembatan, atau dimanapun. Mereka tidak menyadari bahwa mereka telah mengumbar dosa dan yang sangat disayangkan dengan pacaran mereka merasa bangga bahwa mereka bahagia saling memiliki satu sama lain di sebuah hubungan spesial mereka. Padahal Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

 “Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” (H. R. Muslim)

 Hukum pacaran dalam islam

            Islam melarang adanya pacaran diantara mereka yang bukan muhrim karena dapat mengakibatkan fitnah dan dosa besar. Dalam islam pacaran hukumnya adalah haram. Islam mengatur hubungan antara perempuan dan lelaki dalam 2 hal, yaitu:

1. Hubungan mahram

        Hubungan mahram merupakan hubungan seperti ayah dan anak perempuannya, kakak laki-laki dengan kakak perempuannya atau sebaliknya. Sehingga boleh saja untuk berdua-duaan(dalam artian positif) dengan lawan jenis.

2. Hubungan non mahram

        Yang dimkasud disini artinya lelaki boleh menikahi perempuan. Akan tetapi, ada larangan baginya untuk berdua-duaan, melihat langsung, atau bersentuhan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Bagi kaum perempuan, wajib mengenakan jilbab dan menutup aurat jika berada di sekitar laki-laki yang bujkan mahramnya.

Bahaya pacaran dalam agama islam

            Pacaran itu, selain mendekati zina juga dapat menimbulkan berbagai macam bahaya yang akan merugikan diri sendiri juga orang lain.

1. Mendekati zina

        Ini merupakan bahaya yang pasti akan terjadi yang disebabkan oleh pacaran. Karena dengan berduaan akan datang yang namanya setan, dengan dirasuki setan mereka akan saling memandang dan akan terjadi yang namanya zina apabila mereka saling memandang dengan syahwat.

        Bahkan LDR (long distance relationship) juga sama saja perkaranya. Zina bukan berarti bertemu, kemudian melakukan hubungan intim tanpa adanya ikatan pernikahan. Zina tidak hanya melakuakn hubungan intim saja, namun ada zina mata, zina hati, zina telinga, zina mulut.

2. Hilangnya konsentrasi

        Banyak yang bilang dengan pacaran bisa menambah semangat belajar atau bekerja? jawabnya adalah salah besar!. Pada kenyataannya, pacaran akan menguras otak dan menghilangkan konsentrasi.Fokus belajar jadi hilang dan pekerjaan pun akan terabaikan. Dan apabila suatu saat terjadi perselisihan akan memgakibatkan depresi dan stress sehingga akan merusak masa depan yang cerah.

3. Penyebab banyak kerugian

        Dengan adanya hubungna pacran kita akan memikirkan bagaimana cara membahgiakan sang pacar? sehingga dia rela memberikan apapun demi membahagiakan sang pacar. Rela menghabiskan waktu, uang dan bahkan harapan serta impian demi seseorang yang belum tentu jodoh kita. Padahal lebih baik jika waktu kita berikan kepada Rabb-Nya dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

        Kemudian uang kita gunakan untuk travelling, shoping, nonton biokop , makan di restaurant. Hal tersebut malah menambah dosa, sudah termasuk menghambur-hamburkan harta dan sekaligus dosa zina, makin double kan dosa kita? Lebih baik harta yanag kita punya kita sedekahkan pada yang lebih membutuhkan dan itu akan membuat rezeki yang kita dapatkan barakah dunia akhirat.

 4. Mengganggu norma masyarakat.

Dengan pacaran akan menimbulkan rasa resah masyarakat dan juga menimbulkan berbagai macam fitnah tentunya. Selain itu hal itu merusak moral dan akan di contoh oleh anak-anak yang melihatnya. Karena anak-anak sangat tajam ingatannya dan masih labil sehingga hal apapun akan ditirunya.

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah