Puisi - Pembelaan Seekor Kelelawar

Tidak!

Bukan kami!

Jangan asal tuduh, sesuka hati, 

anggap kami sebagai biang keladi

 

Ia - kelelawar itu, terus berteriak; berontak

Tak terima kaumnya 

didakwa jadi sumber bencana.

 

Kami adalah korban

Korban kerakusan  makhluk Tuhan 

yang dengan bangga memakan sesamanya, 

Meski sebenarnya mereka berpengetahuan, 

kami tak lumrah jadi santapan

 

Kelelawar itu terus berkata-kata 

walau ia tau, semua itu  sia-sia belaka

Dunia sudah terlanjur percaya, 

kelelawar pembawa wabah virus corrona

 

Bencana ini akibat ulah mereka 

virus itu bukan kami yang menularkan 

Mereka sendiri yang menjemputnya  

dengan bangga, mereka menyantap kami bak makan ubi 

jadi sarapan, makan siang, dan makan malam,

bahkan bangkai-bangkai  kami, mereka perdagangkan 

 

Ia – kelelawar itu terus berputar-putar di angkasa, 

memandangi makhluk-makhluk di bumi yang 

hampir semua menutupi mulutnya dengan 

masker beraneka warna

 

Tidak! 

Bukan kami!

Jangan asal tuduh sembarangan, 

belajarlah introspeksi diri 

sebab mungkin saja,  bencana ini adalah hukuman 

 

kelelawar itu terus beredar 

setelah puas menumpahkan kekesalan, 

ungkapan  pembelaan

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Tentang Penulis
Artikel Populer
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Jan 19, 2020, 4:07 AM - andreas waluyo