Polisi Lingkungan, Untuk Sekolah Yang Aman, Tentram dan Damai

Oleh : Novi Saptina, Guru SD Muhammadiyah 1 Surakarta, Jawa Tengah

Kelompok polisi lingkungan siswa

 

Keadaan sekolah yang aman, tentram, dan damai tentunya menjadi dambaan siswa-siswa penghuni sekolah karena mereka bisa belajar dengan tenang penuh kebahagiaan. Polisi lingkungan dibentuk SD Muhammadiyah 1 Surakarta, untuk memenuhi tujuan pembelajaran itu sehingga terwujud Taman Surga bukan saja di dunia ‘nanti ‘ tapi di dunia ‘saat ini‘ dimana para siswa menduduki bangku sekolah.

                Senin pagi itu pada upacara bendera yang dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah 1 Surakarta. Tampak ada sekelompok siswa dalam barisan khusus dan berseragam khusus juga. Keren dan trendi. Tetap memakai seragam sekolah merah dan putih. Dilapisi lagi dengan rompi dengan desain sarat fungsi membuat siswa itu bak ksatria yang berbaju besi dalam kebudayaan ksatria di Eropa.

                Mereka pada hari itu dikukuhkan oleh kepala sekolahnya sebagai ‘Polisi Lingkungan‘ di sekolahnya. Ditandai dengan penyematan lencana  di baju kebesarannya itu. Hari itu diumumkan oleh kepala sekolah bahwa, tugas polisi lingkungan ini adalah mengamankan sekolah dari segala pencemaran yang merusaknya, yaitu sampah-sampah yang dibuang sembarangan, sampah yang tidak dipisahkan dengan ketentuan jenis sampahnya, organik dan non organik juga perilaku merusak tanaman. Karena tanaman adalah aset dari lingkungan yang segar. Setelah ada polisi lingkungan, hal-hal tersebut sudah tidak boleh akan terjadi, karena polisi ini akan mencatatnya dan memberikan datanya kepada wali kelasnya atau guru pembina lingkungan.

                Ada hal yang mendasar yang akan dilakukan oleh polisi lingkungan ini adalah mengajak teman-temannya untuk menghindari perilaku yang tidak menjadikan ramah lingkungan yaitu perilaku ‘tidak kasih sayang‘. Ini adalah hal mendasar yang harus dihilangkan dan sebaliknya harus diganti dengan perilaku ‘kasih sayang’. Perilaku inilah yang akan mengubah dunia menjadi segar. Dari kasih sayang yang ditumbuhkan ini akan selamatlah tanaman dari tangan usil. Banyak keselamatan yang timbul yaitu semua warga sekolah bahu membahu memisahkan sampah dan tidak mengotori sekolah karena rasa saying yang dimilikinya untuk sekolahnya. Polisi lingkungan menjadi sahabat dekatnya ketika temannya sedang sedih dan bercerita kepadanya. Dengan kasih sayang polisi lingkungan semua warga sekolah berbahagia dengan sekolahnya yang ramah jiwa-jiwanya.

                “Ada teman polisi lingkungan yang penuh kasih sayang membebaskan dia dari ketertinggalan dan ketersisihan. Mulai sekarang, tidak ada kata putus asa menghadapi masalah lagi”, begitu kata siswa dalam hati. “Karena Polisi lingkungan adalah teman baikku, aku bisa curhat padanya tanpa rasa khawatir. Karena teman polisi adalah teman sejawat, hidupku sudah indah, tambahnya dalam hati lagi.

                Begitulah jiwa-jiwa bahagia siswa yang mendasar akan memperbaiki lingkungan dengan setulus hati.

Sekolah sehat berkat polisi lingkungan

 

Rasa yang mendalam

                Anak-anak memang butuh sesuatu yang hilang dari dalam hatinya yaitu diterima dengan tanpa dibeda-bedakan bahwa dia dari keluarga miskin atau keluarga kaya. Dia juga butuh dipahami bahwa dia mempunyai perangai unik tidak bisa disamakan dengan teman-temannya yang lain. Jika yang lain sangat handal dengan segala kesigapan dan kekinian yang renyah, dia unik dengan ‘puisi hujan’ nya, yang dia yakin akan berprestasi. Hal ini perlu didengarkan dan di-support, bukan diejek  dan dipinggirkan. Polisi lingkungan menjadi sahabat siswa yang demikian. Siswa ini akan membalas dengan menyukseskan program lingkungan polisinya.

Baca juga : Apakah keluarga penting bagi pendidikan anak? Simmak ulasan berikut ini!

                Anak-anak juga butuh penjabaran dari nilai-nilai utama yang dilaksanakan, sikap saling menghormat ,rasa damai, dan toleran terhadap kawan  yang berbeda sifat , bekerjasama membangun peradapan tidak hanya di ‘ceramah’ kan saja. Namun dihubungkan betul antara siswa pendiam dan siswa yang ceria. Agar benar-benar terwujud lingkungan yang aman ,tentram dan damai. Bila semua ini terjalin kebahagian siswa ini akan membuahkan perilaku lingkungan dengan kasih sayangnya.

                Hari ini, polisi lingkungan siswa itu mulai bertugas, ada kebebasan bermain yang tergantikan dengan tugas menjaga lingkungan. Namun kepuasan batin menyelesaikan permasalah temannya dan berbuat utama untuk sekolahnya adalah pelajaran yang tak ternilai harganya. Yang bisa dipersembahkan sebagai amalan baik untuk Tuhannya. Selamat bertugas teman-teman polisi lingkungan, bekerja dengan kasih sayang untuk membuat dunia indah, menolong yang lemah, agar hati menjadi kuat.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah