Puisi - Pemberontak Luka

Pemberontak Luka

Oleh: Anisa Shensen

 

 

Mawar putihku membiru

Di ujung titikan air yang terus menyerbu

Petikan malam yang mengelabu

Kembalikan aku pada masa lalu

 

Lintangku masih berpendar redup

Nikmati lebam pilu yang meletup-letup

Sisiran angin yang terus meraup

Izinkanlah hatiku sebentar mengatup

 

Biarkan saja pasir menangisi ombak yang mendesir

Layaknya aku yang hanya mampu tertawa sumir

 

Gugur sudah dandelionku di ujung bukit

Tertelan waktu yang terus melilit

Melenyap raib harapku tanpa terkait

 

Hai, ilalang di tepian sungai 

Kenalkan aku perberontak luka

Yang telah hancur di balik pesona senja

 

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah