Puisi: Rasa tak sampai

Rasa Tak Sampai

 

Jingga dilangit barat kian memudar berganti kegelapan

Keindahan itu sebentar lagi akan sirna

Namun hanyalah warna

Yang berganti dari pagi hingga bertemu pagi

Nyatanya awan tetap berbentuk sama

Tak peduli seberapa banyak air mengubah uap

Mengapa awan tak pernah habis? 

 

Ibarat sebuah rasa

Walau ia membagi untuk banyak orang namun tetap tersisa

Seperti awan yang kadang kala tetap setia dengan satu warna

Dalam kegelapan malam pun masih tampak

Warna putih

 

Aku bertanya-tanya mungkinkah rasaku berwarna sama? 

Atau mungkin telah ternoda? 

 

Walau begitu, 

Jangan salahkan aku yang masih memikirkanmu

Meski seseorang membuatku nyaman

Laksana jingga dilangit barat lebih menarik perhatian

Aku pun sesungguhnya ingin menunggu awan berubah putih

Namun seringkali rasa kantuk mendera memaksaku untuk terlelap

 

Dan saat pagi membuka mataku

Bukan lagi awan putih yang terhias di atap

Kucari hingga keluar

Namun gerimis terlanjur datang

Tak kusangka aku telah kehilangan keindahan awan putih

Rasa sesal tak lagi ada guna

Hanya menunggu dipinggiran yang mampu kulakukan

Hingga air mengembalikan awanku

 

Meski aku tak tahu sampai kapan hujan akan berhenti

Meski aku tak tahu sampai kapan awan akan kembali

Meski aku tak tahu kapan aku bisa mengatakan

Awan, lihat aku di sini

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah