Puisi Untuk Tuan

Kisah tentang sesosok perempuan yang melakukan penantian tanpa kepastian. Dalam setiap detik waktu terasa membelenggu. Menjerat segala angan dan pilihan akan kenyataan. Memilih, haruskah berhenti atau terus-menerus tersakiti.

Seiring waktu, ia pun rapuh, memikirkan segala janji yang tak bisa ia sentuh. Namun, di lain sisi, ia sangat mendamba sosok yang di nanti. Meskipun ia tak tahu sesosok itu akan kembali lagi atau memang benar-benar pergi. Pergi, dengan segala janji yang belum pernah ditepati.

Mari, kita selam. Apakah perempuan itu akan kuat? ataukah sekarat?

Puisi Untuk Tuan

Karya: Nurul Khomsin Amaliyyah

 

Membayang sosok tegap yang kian menjauh

Meninggalkan segenap janji yang tak dapat daku sentuh

Sanggupkah Puan menanti tanpa pasti?

Ataukah Puan akan mati sebelum Tuan kembali?

 

Tuan, Puan meringis

Tertampar sikap Tuan yang beku nan apatis

Ke mana kah afeksi yang dulu Tuan beri?

Apakah terdapat Puan-Puan lain yang lebih berseri?

 

Tuan, kembalilah

Jika dikau masih menganggap daku rumah

Mungkinkah Tuan lupa jalan pulang?

Ataukah memang telah menemukan sarang?

 

Tuan, Puan ingin Tuan kembali

Menuntaskan segala janji

Agar daku tak lagi ragu

Tentang segala hal yang membelenggu

 

Tuan, Puan ingin Tuan kembali

Memenuhi ruang kosong yang telah lama tak berpenghuni

Agar daku tak lagi meratap

Tentang siapa yang akan menetap

 

Begitulah akhirnya, ia belum menemukan jawaban. Atas apa-apa yang membingungkan.

 

Terima kasih, kalian. Telah setia membaca senandika sesosok Puan yang sedang tersiksa

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar
Muhamad Defri - Des 20, 2019, 1:13 AM - Tambahkan Balasan

Hai, boleh kenalan gak? Kita kan sama - sama penulis nih? Kali aja dengan kenalan kita bisa menuangkan ide dan bertukar pikiran. :)

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Nurul Khomsin Amaliyyah - Des 28, 2019, 9:44 AM - Tambahkan Balasan

Boleh kok, diskusi harus direalisasi, kan?
Hehe _^

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Muhamad Defri - Des 28, 2019, 10:23 PM - Tambahkan Balasan

Oh, itu udah pasti. Diskusi melalui apa nih? Kalo melalui kolom komentar kayaknya gak efisien deh .. :D
Apa yang mau kita bahasa? Sebutkan! :)

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Nurul Khomsin Amaliyyah - Des 29, 2020, 1:56 AM - Tambahkan Balasan

Heheh inbox aja kak
Fb saya namanya sama kek ini😅

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Muhamad Defri - Des 29, 2020, 5:48 AM - Tambahkan Balasan

Tapi ntar dibales gak? :D
Namanya panjang banget. Kek "cinta aku ke kamu tiada habis sepanjang hidup"...
Wkwkkwkwkwkw...gombal dikit ah biar asyik, iya gak? :) Btw udah di chat tuh!

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Nurul Khomsin Amaliyyah - Des 29, 2020, 7:22 AM - Tambahkan Balasan

Eh gada 🙄

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Muhamad Defri - Des 29, 2020, 7:27 AM - Tambahkan Balasan

Coba cek lagi .... :)

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Awaluddin Ishak - Jan 18, 2020, 9:04 AM - Tambahkan Balasan

Sukses ya...

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Nurul Khomsin Amaliyyah - Jan 19, 2020, 10:35 PM - Tambahkan Balasan

Aamiin.. terimakasih kak

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.
Firda Rohmawati - Mar 6, 2020, 9:46 AM - Tambahkan Balasan

Temen2 tanya, ak mau up gambar d artikel kog ga bisa ya ...

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Feb 10, 2020, 12:45 PM - Fitri Indahyani
Tentang Penulis

Sesosok Puan yang terjangkit penyakit Diksi

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah