RADIO STREAMING, IMAJINASI POSITIF MERDEKA BELAJAR DENGAN TEKNOLOGI

Oleh : Dra. S.A. Novi Saptina, Guru SD Muhammadiyah 1 Surakarta – Jawa Tengah

Kesibukan di RSB

Radio adalah sejarah yang heroik. Ketika Perang Dunia II, komunikasi radio digunakan untuk mengirim pesan saat kabel bawah laut ada gangguan. Pada saat  kemerdekaan Indonesia. Proklamator Sukarno-Hatta dulu, harus mengumandangkan hari kemerdekaan  melalui station call “Radio Indonesia Merdeka”, karena radio siaran masih dikuasai penjajah Jepang. Kini radio streaming Solo Belajar (RSB) SD Muhammadiyah 1 Surakarta melanjutkannya, dengan  menorehkan sejarah  merdeka belajar.

Ketika bangsa Indonesia sedang menyatakan kemerdekaannya, Bung Karno dan Bung Hatta, sebagai proklamator  akan memproklamasikan  kemerdekaan Indonesia, tanah air, dan bangsa tercinta, yang dinantikan oleh seluruh pejuang. Keinginan yang cepat harus  terkendala karena radio siaran masih dikuasai oleh Jepang. Hingga berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ini tidak dapat disiarkan secara langsung melalui radio siaran. Akhirnya berita proklamasi kemerdekaan dapat dikumandangkan di udara melalui radio siaran station call “Radio Indonesia Merdeka”.

Dari station call ini, para pemuda yang mengabarkan pada khalayak kalau Indonesia sudah merdeka. Di Jawa Barat, pemuda bernama Wolter Monginsidi mengabarkan kepada para pejuang kemerdekaan di Jawa Barat. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Ki Hajar Dewantara naik sepeda berkeliling-keliling mengabarkan kemerdekaan dan masih banyak lagi cara melanjutkan pengumuman kemerdekaan bangsa yang dilakukan oleh para pejuang bangsa Indonesia.

Betapa mengharukan kegembiraan yang diterima dari kemerdekaan lewat radio. Meskipun itu berasal dari station call. Hal itu menandakan bahwa radio sangat diperlukan keberadaannya di setiap perjalanan bangsa. Selanjutnya setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Radio Republik Indonesia (RRI) didirikan 11 September 1945. RRI menjadi satu-satunya radio siaran di Indonesia yang dimiliki oleh pemerintah. Sebagai media massa RRI menjadi  penghibur, pendidikan  dan penerangan. Selanjutnya muncul radio swasta yang tak terhitung lagi banyaknya.

 

Adaptasi teknologi

                Penemuan internet mulai mengubah transmisi sinyal analog yang digunakan radio konvensional ke sinyal digital. Radio internet dikenal sebagai web radio atau radio streaming dan e-radio, bekerja dengan cara mentransmisikan gelombang suara lewat internet. Prinsip kerjanya hampir sama dengan radio konvensional yang gelombang pendek (shortwave) yaitu dengan menggunakan sreaming berupa gelombang yang kontinyu. Sistem kerja ini memungkinkan siaran radio terdengar ke seluruh dunia  asalkan pendengar menggunakan internet. Itulah sebabnya banyak para diaspora yang menggunakan radio internet untuk untuk mengobati rasa kangen pada daerah asalnya. Di Indonesia umumnya radio internet dikolaborasikan dengan sistem  radio analog oleh radio teresterial untuk memperluas jangkauan siarannya.

 

Siswa Berkresi di Radio

                SD Muhammadiyah 1, memanfaatkan rangkaian teknologi tersebut dengan membuka RSB untuk kemajuan dan dinamika pembelajaran. Para siswa berinteraksi dengan siswa atau dengan guru lewat radionya yaitu RSB. Makin memudahkan cara pembelajaran lewat radio ini. Siswa juga mendapat kegiatan positif dari pegangan gawainya. Inilah aplikasi dari Merdeka Belajar untuk para siswa dan guru juga orang tua siswa.

Proses Komunikasi yang terjalin dari pembelajaran radio ini adalah:

Source/fasilitator --- media --- komunikan, bila diterapkan proses komunikasi RSB SD Muhammadiyah 1 yaitu sebagai berikut :

Source/fasilitator = Para guru yang tergabung dalam RSB, yang akan memberikan pesan tentang pembelajaran, juga memfasilitasi siswa yang akan mengudarakan ide, gagasan, inovasi pembelajarannya di radio sekolahnya berupa apapun. Pengelola radio dari guru-guru itu harus memfasilitasinya sebagai bentuk Merdeka belajar yang sedang digaungkan oleh pendidikan kini.

Media =  alat untuk menyampaikan semua pesan dari siswa dan guru itu dengan RSB tersebut.

Komunikan = orang yang  menerima pesan dari radio tersebut. Yaitu teman-teman dari para siswa yang mengisi siaran berupa ide, gagasan inovasi dari segala bentuk, atau dari guru yang siaran.

Mereka terdiri dari siswa, guru, orang tua siswa, atau masyarakat yang mengakses aplikasi dari RSB. Dari proses komunikasi dari 3 sinyalemen yaitu source, media, dan komunikan ini bila terjalin dengan harmonis akan menjadi komunikasi yang tidak putus dan terus berinovasi dalam pembelajaran. Inilah Merdeka Belajar yang digali oleh SD Muhammadiyah 1 Ketelah Surakarta.

                Merdeka Belajar memang harus berbahagia, menghidupkan dunia belajar, dan berselancar pengalaman.

Jauhi rasa malasmu di hari yang cerah

                            Demi menggapai cita yang kau inginkan

                             Hanya satu kata yang kulantunkan selamat pagi

                             Untukmu yang sedang memandang tinggi asa.

Begitulah penggalan lirik  lagu jingle-nya ‘Sapa Pagi ‘ di RSB SD Muhammadiyah 1 Surakarta. Kalau keharuan dulu adalah keharuan kemerdekaan oleh para pendahulu dengan station call. Keharuan kini adalah keharuan siswa yang melantunkan citanya lewat radio steaming RSB. 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 24, 2019, 1:44 AM - Penyair Muda
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani