Ramen "enak tapi tidak sehat" benarkah?

Photo by pinterest

Siapa dari sahabat yang  suka dengan ramen? Pastinya banyak yang menyukainya karena rasanya yang enak.

Ramen merupakan masakan Jepang yang berupa mie kuah yang berasal dari China. Sejarahnya mie ramen sudah masuk dalam menu di berbagai rumah makan yang berada di kawasan pemukiman Tionghoa keturunan di Kobe dan Yokohama.

Di jaman millenial ini, untuk menikmati semangkuk mie ramen kita tidak perlu lagi pergi jauh ke negara Jepang. Karena sekarang sudah terdapat banyak restoran Jepang di Indonesia ini dengan menyajikan makanan khas jepang, salah satunya yaitu ramen. Seporsi mie ramen instan juga terasa cukup bagus apalagi mie ramen dalam bentuk kemasan sekarang tersedia di supermarket manapun dan lebih mudah menikmatinya terlebih bagi penggemar ramen. Namun, sahabat pernahkah berfikir dan bertanya apakah ramen itu sehat?

Jadi, sehatkah makan ramen?

Photo by taste of home

 

Kita tidak bisa menyama ratakan sebagai makanan sehat atau tidak dalam jenis tertentu. Karena, tidak semua jenis makanan dibuat sama persis begitupun dengan mie ramen. Sehat tidaknya tergantung dari proses dan bahan pembuatan mie ramen tersebut. Mie ramen dan mie instan yang ada di Indonesia hampir sama.  Bahan dasarnya adalah tepung terigu, beberapa ada juga yang menggunakan tepung gandum.

Ramen mengandung kalori yang tinggi karena bahan dasarnya yaitu karbohidrat tepung. Mie ramen di sajikan polos berbeda ketika di santap dengan sajian lengkap variasi topping, jumlah kalorinya lebih meningkat.

Beberapa hal yang membuat ramen menjadi pilihan yang relatif tidak sehat

Photo by kroger

 

Sahabat mungkin belum mengetahui bagaimana kandungan dalam mie ramen tersebut dapat membahayakan tubuh sahabat. Tidak banyak ketentuan selain kandungan sodium dan karbohidrat yang tinggi.

Dikutip dari besthealthmag, "bila anda merenungkan isi kesehatan  dalam mie ramen instan, kata-kata buzz seperti 'natrium' dan 'karbohidrat halus' mungkin muncul dalam pikiran. Tapi apakah anda tahu bagaimana hal-hal itu benar-benar mempengaruhi tubuh anda?"

 Dalam semangkuk mie ramen instan memiliki setengah dari rekomendasi gizi harian untuk natrium, serat, vitamin, dan mineral. Ketika sahabat mengonsumsi natrium jumlah banyak dalam satu porsi, tubuh sahabat akan memberikan kompensasi yang berlebih dengan cara menahan lebih banyak air. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan sementara dan membuat sahabat merasa kembung serta lesu.

Namun sementara sahabat merasa kembung kemungkinan tidak akan merasa kenyang. Karena itu mie ramen mengandung banyak karbohidrat olahan tanpa protein atau serat pada dasarnya yaitu mendefinisikan sebagai kalori kosong. Makan terlalu banyak dapat menyebabkan gula darah sahabat naik dan turun sehingga membuat lapar dan siap untuk makan lagi, dimana akan mengarahkan pada kenaikan berat badan sahabat.

Baca juga : 9 Manfaat mengonsumsi bawang putih mentah bagi kesehatan tubuh manusia

 

Ramen tidak untuk yang sedang melakukan diet

Photo by pinterest

 

Umumnya mie ramen yang segar maupun instan juga termasuk makanan yang tinggi dengan kalori. Terlebih sahabat menyajikannya dengan menambahkan berbagai macam topping diatasnya. Sebab itulah mie asal Jepang ini tidak tepat untuk daftar menu makanan bagi sahabat yang sedang menurunkan berat badan atau diet. Untuk menentukan sehat atau tidaknya, maka sahabat harus memahami dan memperhatikan bahan dasar apa yang ada di dalam ramen tersebut.

Kesimpulannya, makan ramen untuk sesekali tidak juga merusak kesehatan sahabat. Seperti halnya makanan olahan lainnya, tetapi hindari menjadikan sebagai bagian rutin dari menu makanan sahabat.

 

Referensi;

  • besthealthmag.ca
  • Hellosehat.com

 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis

Anak bungsu dari seorang petani karet di daerah sumatera selatan. Lahir di Betung berzodiak Aquarius. Selain suka menulis puisi juga menyukai tanaman dan memasak.

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah