Puisi - Simfoni Hati

 

 

SIMFONI HATI

 

 

 

Terseok-seok aku terbang memenjara nurani

 

Pada kepingan momentum yang kian tampak kian perih

 

Di tiap jengkal tanah jejak ini berdikari

 

Kau di sini pada tempat yang tak pernah kau ketahui

 

Seharusnya kau tidak mengenal kata pergi

 

Tapi bahkan sastra takdir memerintah dengan kejam tetap terjadi

 

Di rumah yang sekarang kau telusuri

 

Dan di alam fana tempat aku mencari

 

Persimpangan mana langkah-langkah ini akan kembali

 

Sang logika membantah, sang hati tetap mematri

 

Untukmu kisah usang yang mengekang diri

 

Bahagialah  untukmu, lapangkan batu keras ini

 

Di puing-puing tawa yang teriringi

 

Hingga kisah sedih yang kau buat untuk kami

 

Padamu diwangkara, terangi jalanmu sendiri

 

Sudah cukup waktumu di sini

 

 

Padamu sang diwangkara, aku baik-baik saja.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Tentang Penulis

Tengah buta identitas diri, hanya sosok manusia yang di belenggu stigma dari mereka yang bermulut dosa.

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah