Puisi tentang diriku, dirinya dan Kita

AKU

Diantara ribuan orang disekitarku, aku tenggelam,  sendirian tanpa tujuan
Aku berjalan tanpa memperhatikan
Aku ditertawakan karna masuk selokan,  aku diam. 
 
Aku si penikmat sepi dan sepoi angin di atas pohon rambutan
Di belakang rumah yang ramai oleh rerumputan,  aku nyaman
 
Aku
Si kesepian 
Aku yang ditertawakan
Aku si petualang yang masih mencari kenyataan. 
 

Dia

Dia memiliki sayap untuk ke sana
Ke tempat yang dia inginkan
Dia yang berjalan bersama cahaya meskipun dalam terang
Dia merangkul orang banyak dengan senyuman
Dia yang hanya bisa ku pandang dari belakang
Dia,  yang bagiku sangat kejauhan, 
Ketinggian. 
 
 

Kita

Aku ingin menciptakan kita meskipun dia tidak 
Dia begitu indah meski hanya bisa ku pandang dari belakang
Aku yang entah seperti apa di depannya merasa sangat  buruk. 
 
Tidak akan ada kita sepertinya. 
Yang ada hanya aku,  dia tanpa kata dan. 

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Feb 23, 2020, 1:58 AM - Alfiah khairiatul fikri
Feb 23, 2020, 1:53 AM - Nami Jaya
Feb 20, 2020, 6:17 PM - Fitri Indahyani
Feb 18, 2020, 4:35 PM - Fitri Indahyani
Feb 16, 2020, 2:49 PM - Nami Jaya
Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah