Tersenyum: Tertawa dengan Tidak Bersuara [Monolog]

Jelek,pikir ku, begitu aku melihat wajah di dalam cermin. Tak ada satu titik pun yang membuatku ingin terus memandang. Tak salah, seseorang mendefinisikan jelek, tidak enak dipandang mata, begitulah KBBI memuat definisi untuk kata 'jelek'.

Aku lalu mulai menggerak-gerakkan bibir, tersenyum, manyun, cemberut, hingga aku kembali tak bergerak. Lalu aku mencoba menggerakkan mataku, melotot, sayu, hingga menyipitkannya, namun tetap tak ku temukan keindahannya.

Aku lalu hanya dapat menghembuskan udara, dengan tenaga yang cukup kuat untuk menarik napas dahulu, dan melepaskannya dengan rasa lega.

Aku lalu mencoba berdamai, dengan hatiku. Membersamakan perasaan yang selama ini memendam. Mencoba tak mengingat semua wajah menawan, Song Ji Hyo, Shin Min ah, hingga pemeran Dae Jang Geum mulai hilang di pikiranku.

Aku memandang cermin dengan kelegaan, tidak ada yang salah dengan rupaku, aku mulai menyukainya, egoku selama ini yang membuatku membenci diriku sendiri, hingga aku malu bercermin di depan temanku, aku lupa bagaimana berlaku percaya diri saat di depan kamera. Saat aku masih seorang siswa, tak kudapati ekspresi malu-malu di fotoku, tak kudapati ekspresi tertahan seperti saat ini. Aku terlalu banyak berpikir, dan membuatku lupa diri. Diriku lebih membutuhkan perhatianku.

Aku lalu merapikan rambutku ke belakang telinga, kubiarkan wajahku terlihat semua. Terlihat menyeramkan, memang. Biar aku tersenyum, sedikit terlihat menarik, pikirku. Lalu aku semakin melebarkan senyumku, ternyata lebih berwarna. Tidak hambar, tidak suram, juga tidak menyeramkan. Aku tersenyum untuk diriku, untuk wajahku, juga hatiku. Aku baik-baik saja, rupaku memang berbeda, aku lalu tersadar, aku tak memiliki ketulusan di dalam hatiku hingga tergambar dalam senyumku. Mungkin senyumku yang lalu hanya meremehkan, atau palsu. Bukan dari hatiku, tapi dari egoku.

Ku temukan definisi ekspresi di KBBI, pandangan air muka yang mengungkapkan perasaan seseorang. Aku mengaminkannya, benar, perasaanku dalam hati terlalu jahat, menyeramkan. Hingga tergambar di wajahku, dan tak ku sadari untuk beberapa tahun ini. Dan sekarang aku mulai menyadarinya, aku mulai membuangnya dan merubahnya.

Tak dapat ku pungkiri, aku menemukan diriku yang lain, aku hanya perlu tersenyum untuk diriku. Diriku yang tak perlu orang lain berpikir bahwa aku terlihat jelek juga jahat. Biar ku benahi ekspresiku, aku akan mulai tersenyum lebar, di depan cermin, di depan kamera juga orang-orang di sekitarku. Aku mencoba mencintai diriku, dengan tulus dan tersenyum.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Jan 23, 2020, 4:04 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Jan 16, 2020, 11:57 PM - ulfah aminatun
Jan 16, 2020, 2:31 PM - Lintang Dyah Puspita
Jan 15, 2020, 2:31 PM - Lilis Juwita
Tentang Penulis
Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah