Teruntuk kamu yang selalu aku kagumi, maaf aku sudah lelah menunggu dan memilih pergi

Teruntuk kamu, sosok  indah yang selalu menawan di mataku. Seribu maaf aku loncatkan bersamaan angin senja sore tadi. Aku memilih pergi dari persinggahan ini. Aku lelah berdiri seolah aku wanita yang terkuat. Rela menanti tanpa kepastian. Rela mengalah karena kesetiaan.

Aku tidak mungkin bertahan dalam satu keadaan yang bagiku aneh. Setiap hari menghabiskan banyak huruf lewat akun sosial media kita. Kita bercengkrama dan saling bertukar kabar. Kadang berbagi keluh kesah dan bahagia. Tak jarang berkali-kali, setiap malam senyumku merekah karena membaca pesanmu. Namun lebih sering, aku menangis menunggu kepastiamu.

Aku memanglah manusia biasa, wanita sederhana yang jauh dari kata sempurna, Beda dengan kamu. Tersempurna dan selalu sempurna di mataku. Namun justru karena kesempurnaanmu aku memilih melaju pergi. Memilih menghalau rindu. Memarahi diri sendiri saat memimpikan hal yang lebih dari dirimu kepadaku. Karena apa? Karena semua justru membuatku terbang semakin tinggi dan akhirnya aku terperosok ke jurang kesakitan. Aku tersiksa dengan keadaan ini yang berlarut-;arut terlalu lama. Sementara kamu di sana, entah aku tak tahu jalan pikiranmu. Aku memilih pergi.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis

Menulislah seperti bernafas

Artikel Populer
Jan 5, 2020, 4:29 PM - Harti Susanti Apriliani
Des 31, 2020, 6:13 AM - Mardiana
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 27, 2019, 4:00 AM - Istainu