5 Cara Mengatasi Kejenuhan Dalam Bekerja

Kerja dilakukan manusia untuk mencari penghasilan, mencari uang. Kerja apa saja boleh dilakukan asalkan tidak melanggar hukum atau norma yang berlaku, sehingga hasil dari kerja itu adalah uang yang halal. Uang halal artinya uang yang dihasilkan melalui kerja jujur, bukan kerja yang termasuk perbuatan dosa.

Namun, seiring dengan waktu, kerja apa saja ada titik jenuhnya. Jenuh? Iya. Bosan? Iya. Jenuh dan bosan itu sama. Bosan sama dengan jenuh. Jenuh juga sama dengan jemu. Perasaan kita tersiksa kalau merasa bosan, jemu, atau jenuh dengan pekerjaan. Wah, kalau itu sampai terjadi, anda berada dalam bahaya! Bahaya tidak akan mendapatkan uang lagi. Bagaimana bisa mendapatkan uang kalau sudah bosan, jemu, atau jenuh bekerja?

Agar Tidak Jenuh Dalam Pekerjaan(liputan6.com)

 

Berikut diurai beberapa tips agar anda tidak merasa jenuh kerja.

 

1. Anggap teman kerja sebagai keluarga

Supaya anda kerasan berada di tempat kerja, maka anda sebaiknya menganggap teman-teman kerja seperti keluarga. Anggapan sebagai keluarga bukan berarti terus mengungkap rahasia didi dan keluarga kepada teman atau teman-teman kerja. Menganggap teman-teman kerja seperti keluarga dalam upaya menjaga harmonisnya dalam hubungan kerja.

Kalau hubungan antarteman kerja baik, akan tercipta suasana kerja yang nyaman, enak, saling mendukung, dan bisa meningkatkan hasil kerja. Hubungan yang nyaman antarteman kerja membuat anda kerasan di tempat kerja, sekaligus akan membebaskan anda dari kejenuhan kerja.

 

2. Kerja sambil mendengarkan musik

Banyak orang-orang kantoran yang menyetel musik untuk mengurangi kepenatan dan kejenuhan kerja. Musik yang disetel biasanya dalam volume rendah agar tidak mengganggu teman kerja lainnya. 

Musik juga bisa disetel dan didengar sendiri dengan menggunakan alat pendengaran yang terhubung dengan sumber musik. Sumber musik itu bermacam-macam, satu yang paling tenar adalah handphone. Dari dari handphone lalu didengarkan untuk diri sendiri dengan menggunakan peralatan, misalnya headphone, headset, earphone, atau handsfree.

Dengan mendengarkan lagu-lagu kesukaan, maka bekerja tidak jenuh. Kerja sambil mendengarkan musik, bisa menambah semangat kerja. Ketika seseorang bersemangat saat kerja, maka akan menghasilkan kinerja yang baik. 

 

3. Kerja sebagai harga diri

Kerja adalah harga diri. Tentang hasil kerja tiap orang berbeda-beda, tetapi orang yang bekerja, entah itu kerja alusan atau kerja kasar, tetap akan memberikan harga diri pada yang bersangkutan.

Dengan demikian, kerja lebih baik daripada menganggur. Menjadi pekerja akan lebih dihargai dibandingkan menjadi pengangguran. Orang yang bekerja adalah orang yang produktif. Apa pun kerjanya, yang terpenting melakukan pekerjaan yang legal, sesuai peraturan, dan tentu saja bukan termasuk pekerjaan terlarang.

Dalam hubungan kemasyarakatan, orang yang bekerja akan dihargai oleh sesama manusia. Kenapa? Karena orang hidup memang wajib bekerja. Bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Orang lain itu bisa bermacam-macam jenisnya, misalnya anggota keluarga. 

Dengan bekerja, seseorang bisa menunjukkan eksistensi dirinya, potensi dirinya, kemampuan dirinya, dan tentu saja prestasinya dalam dunia pekerjaan yang digelutinya. Soal hasilnya banyak atau sedikit, itu tidak perlu dibicarakan pada awalnya. Besar atau kecilnya penghasilan antar satu orang dengan lainnya berbeda standartnya. Mungkin bagi seseorang, dua juta rupiah perbulan itu sudah dianggap besar. Namun bagi yang lain, itu hanya dianggap kecil.

Jadi, jangan sampai jenuh kerja. Dalam bidang apa saja, pekerjaan memang ada titik jenuhnya. Namun dengan semangat agar kita tetap eksis sebagai manusia, juga tetap punya harga diri, maka tetaplah bekerja. Jangan sampai kejenuhan membuat anda menjadi pengangguran, sehingga terkurangi harga diri.

 

4. Kerja untuk mendapatkan penghasilan

Manusia bekerja memang untuk mendapatkan penghasilan. Bukan hanya sekadar melemaskan badan, atau sekadar melelahkan badan. Jadi bekerja bukan untuk membuat badan pegal-pegal tanpa mendapatkan hasil apa pun. Kerja dapat hasil. Kerja dapat uang. Hasil kerja berupa uang. Uang bisa digunakan untuk keperluan apa saja.

Penghasilan berupa uang dari kerja bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kalau sudah punya anak-istri, maka uang itu diberikan kepada anak-istri. Kalau masih lajang atau bujang, uang hasil kerja bisa digunakan untuk membeli keperluan anak muda, misalnya make up, pakaian, tas, sepatu, atau aksesoris lainnya yang dibutuhkan. Kalau ada sisa, uang bisa ditabung untuk persiapan masa depan.

Uang hasil kerja selain ditabung, bisa juga dibelikan perhiasan dan logam mulia. Perhiasan dan logam mulia ini harganya stabil. Suatu saat kelak dibutuhkan, bisa dijual sewaktu-waktu. Harga emas, baik yang berupa perhiasan atau pun logam mulia, selalu tinggi. 

 

5. Kerja untuk mengurangi pegangguran

Ketika anda sedang jenuh kerja ingat-ingatlah saat anda masih nganggur dan pontang-panting mencari. Ketika anda kerja ‘ikut orang’, entah itu di kantor, perusahaan, atau pun di lapangan, maka anda akan dinilai kinerja anda. Kalau anda malas-malasan karena merasa bosan alias jenuh, kondite anda bisa dinilai buruk. 

Ketika kondite atau pun dedikasi kerja anda dinilai buruk oleh orang atau badan usaha yang menggaji anda, maka ke depannya bisa berakibat buruk bagi anda. Misalnya anda dinilai tidak produktif dan malas-malasan, anda akan dianggap ikut andil membangkrutkan perusahaan atau pun usaha yang dimiliki boss anda. Akibat terburuk yang sangat dihindari adalah dipecat!

Baca juga: 10 ide bisnis kecil yang cocok dijalankan dikota besar

Nah, kalau sudah sampai dipecat, anda mau apa? Cari kerja di tempat lain? Silakan! Tapi ingat satu hal, mencari peluang untuk kerja, tidak gampang. Kalau sampai diri anda dipecat karena dianggap tidak mampu bekerja sesuai keahlian, anda bisa kesulitan untuk mencari kerja lagi.

Saya rasa cukup 5 (lima) tips dari saya agar anda  tetap semangat bekerja. Semangat kerja untuk menggapai kebahagiaan.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar
Tremella Dea Nilasari - Jan 26, 2020, 6:36 AM - Tambahkan Balasan

nice info kak

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Artikel terkait
Tentang Penulis

Penulis fiksi dan nonfiksi.

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah