Tips Mempersiapkan Program Studi dalam Menghadapi Assessment Lapangan

Apakah anda seorang dosen atau tenaga kependidikan di Perguruan Tinggi? Atau anda adalah salah seorang pengelola perguruan tinggi yang saat ini sedang bingung dan pusing mempersiapkan Assessment Lapangan untuk akreditasi program studi? Gak usah terlalu stres, berikut tipsnya.

Gambar Tips Mempersiapkan Program Studi(ehef.id)

Proses akreditasi program studi dilaksanakan dalam beberapa tahapan, mulai dari tahap penyiapan dokumen borang akreditasi dan evaluasi diri, proses pendampingan oleh fasilitator, penilaian kecukupan di tingkat majelis dan sampai pada tahapan yang paling menegangkan yakni kegiatan Assessment Lapangan dimana dua orang Assesor dari Badan/Lembaga Akreditasi akan berkunjung ke kampus kita untuk melakukan penilaian selama kurun waktu 3 (tiga) hari. Kegiatan Assessment Lapangan ini tentunya sangat menentukan dalam pemeringkatan akreditasi program studi nantinya.

Berikut ini 7 (tujuh) Tips yang harus dilakukan untuk dapat melewati proses Assessment Lapangan dengan sangat baik.

Pertama, Kontak dengan Assessor. Sekitar 2 (dua) minggu sampai dengan 1 (satu) bulan setelah borang akreditasi dikirimkan ke Badan/Lembaga Akreditasi, maka program studi akan menerima pemberitahuan dari lembaga akreditasi mengenai rencana pelaksanaan Assessment Lapangan dengan mengirimkan surat dan nama Assessor yang akan berkunjung. Hal yang pertama yang perlu dilakukan adalah menghubungi Assessor pada jam kerja untuk mendapatkan informasi mengenai jadwal kedatangan pesawat untuk schedule penjemputan, bantuan untuk reservasi hotel, serta permintaan rundown acara untuk manajemen pengelolaan kegiatan.

Kedua, Lakukan Pertemuan dengan Tim Akreditasi. Pertemuan dengan Tim Akreditasi baik di tingkat program studi maupun unit pengelola program studi penting dilakukan untuk koordinasi yang baik mulai dari proses penjemputan, penyiapan dokumen, penyiapan mahasiswa, alumni, dan pengguna untuk proses wawancara, persiapan kunjungan mitra pelaksanaan praktik mahasiswa program studi, penyiapan laboratorium, perpustakaan, dan ruang kuliah, serta penyiapan dosen dan tenaga kependidikan untuk proses wawancara.

Ketiga, Persiapkan dokumen pendukung dengan lengkap dan runut. Dokumen pendukung yang lengkap dan berurut memudahkan dalam pencarian dokumen yang diminta nantinya oleh Assessor untuk melakukan pembuktian terhadap uraian yang telah dituliskan dalam Borang Akreditasi. Hal ini selain mempercepat proses akreditasi karena efisiensi waktu, juga menunjukkan kesiapan program studi dalam proses akreditasi. Pastikan dokumen yang ada kualitasnya baik dan tersusun rapi sehingga mudah ditelusuri pada saat proses Assessment Lapangan.

Keempat, Patuhi Tata Tertib dan Etika Assessment Lapangan. Sebagai sebuah proses yang dapat berdampak terhadap sebuah program studi, maka potensi terjadinya konflik kepentingan antara Assessor dan pengelola program studi sangat tinggi. Program studi sedapat mungkin dapat mematuhi Tata Tertib dan Etika selama proses Assessment Lapangan. Jangan mencoba untuk menyuap assessor untuk dapat memperoleh nilai unggul atau memberikan hadiah dengan harapan dapat memperoleh nilai unggul dalam akreditasi. Karena hal tersebut dapat berdampak terhadap penghentian proses akreditasi oleh Assessor sehingga merugikan program studi.

Kelima, Hindari membuat dokumen fiktif seminimal mungkin. Seringkali program studi ataupun perguruan tinggi membuat dokumen fiktif hanya untuk memenuhi kebutuhan akreditasi. Sebaiknya hal ini tidak dilakukan, selain menyulitkan program studi untuk menjelaskan keterkaitan dokumen dengan dokumen lainnya, seringkali keberadaan dokumen hanya diketahui oleh pihak tertentu sehingga pada saat wawancara hal tersebut seringkali membuat assesor bingung karena jawaban yang kontradiktif, olehnya itu sebaiknya apa yang ditampilkan oleh program studi adalah proses yang sebenarnya. Tujuan pelaksanaan akreditasi program studi pada prinsipnya adalah untuk memotret proses yang ada sehingga assessor dapat memberikan masukan untuk perbaikan di masa mendatang.

Keenam, Sinkronisasi Data Borang dengan Data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Kesesuaian data antara satu dokumen dengan dokumen lainnya sangat penting untuk memberikan data yang valid dan akurat kepada Assessor. Kesesuaian data antara Borang dan Dapat PD DIKTI menunjukkan suatu bentuk akuntabilitas program studi yang baik. Olehnya itu ketidaksesuaian data harus dapat dijelaskan dengan baik oleh program studi sehingga assessor dapat memahami apabila terdapat perbedaan data.

Ketujuh, Hindari Bekerja Siang Malam untuk Mempersiapkan Assessment Lapangan. Kesalahan paling banyak yang dilakukan oleh Program studi adalah memaksakan Tim untuk bekerja siang malam pada hari-hari menjelang akreditasi. Selain hal ini beresiko terjadinya kelelahan dan gangguan kesehatan pada Tim Akreditasi, hal ini juga menyebabkan terganggunya aktivitas rutin program studi yang berdampak pada terganggunya proses belajar mengajar pada mahasiswa. Untuk itu, persiapan Assessment Lapangan hendaknya dilakukan secara terencana, terukur, dan sistematis sehingga tidak menumpuk pada hari-hari menjelang pelaksanaan proses akreditasi.

Baca juga : Tips mengelola dokumen mutu perguruan tinggi yang baik

Demikianlah 7 (tujuh) tips yang dapat penulis uraikan untuk mempersiapkan proses Assessment Lapangan yang baik dalam rangka akreditasi program studi. Semoga bermanfaat, dan Sukses Akreditasinya yah.

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis

Dosen dalam ilmu Keperawatan dan Mikrobiologi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah