Tujuan Tertinggi Seorang Muslimah

Wanita memang dikenal sebagai tulang rusuk yang bengkok. Yang seringkali mengutamakan perasaan ketimbang akal dalam bersikap. Alih-alih bersabar, ia suka mengedepankan emosi. Ceroboh sebelum memutuskan perkara dengan matang. Karena demikianlah naluriah wanita sejak awal mula diciptakan. Meski begitu, bukan berarti Allah menciptakan wanita dengan sia-sia tanpa kemuliaan.

Tujuan utama seorang muslimah adalah menjadi wanita shalihah. Baik kedudukannya sebagai anak, istri, dan orang tua. Baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Seperti yang telah disabdakan oleh nabiyullah Muhammad Saw, bahwa dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.

Siapakah wanita shalihah itu? Adalah muslimah yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam seluruh aspek kehidupan. Ia ridha atas aturan yang berlaku baginya mulai dari perilaku, kedudukan sosial, hingga pakaian yang harus dikenakan.

Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqy, dari Abu Umamah ra:

قلب شاكر ، ولسان ذاكر ، وزوجة صالحة تعينك على أمر دنياك ودينك ، خير ما أكتنز الناس

“Hati yang senantiasa bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, dan istri shalihah yang menolongmu dalam urusan dunia dan agama adalah lebih baik dari harta yang ditimbun seluruh manusia.”

 

Istri Shalihah Kunci Keluarga Sakinah

Istri Shalihah Kunci Keluarga Sakinah

Mengapa menjadi istri shalihah merupakan kunci keluarga sakinah? Karenanya ‘Rumahku Surgaku’ bisa diwujudkan, menjadi sumber ketentraman hidup manusia. Seorang istri memiliki andil besar dalam kehidupan keluarga. Layaknya nafas, haruslah udara berkualitas yang dihirup setiap hari agar tidak menyesakkan dada. Bisa juga menjadi oase dalam kehidupan. Menyejukkan, menentramkan, dan penuh kasih sayang. Layaknya surga dunia, setiap keletihan dan sesak pekerjaan bisa sirna saat berada di dalamnya. 

Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ As-Suyuthi : “Kebahagiaan anak adam ada tiga, begitu juga dengan kesengsaraannya. Sumber kebahagiaannya adalah istri shalihah, kendaraan yang baik, dan tempat tinggal yang luas. Adapun sumber kesengsarannya adalah tempat yang buruk, istri yang buruk, dan kendaraan yang buruk.”

Nikmat khidmat seorang istri shalihah terletak dalam ketaatan kepada suaminya. Tentu saja selama dalam koridor ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Mendahulukan kesabaran atas sikap suami selaku kepala keluarga. Apabila memiliki sebuah keinginan ataupun ada yang keliru dengan perintah suaminya, ia menyampaikannya dengan musyawarah yang baik. Tetap mendahulukan adab dan hormat, agar tercapai suatu maksud tanpa menyisakan celah perpecahan. Karena dengan demikian, keutuhan rumah tangga tetap terjaga. Tentu saja, dengan sifat alami seorang wanita, pastilah untuk bersikap dewasa terasa cukup berat. Tapi bukankah ini sepadan dengan balasan yang Allah janjikan?

Dalam kitab Shahiih al-Jamii’, sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh beruntung siapapun yang memeluk islam dan diberikan rezeki yang cukup, serta Allah jadikan ia merasa qanaah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” Dalam hadits lain dengan periwayat yang sama, “Barangsiapa yang ridha terhadap pemberia-Nya, maka Allah akan memberkahinya dan menjadikannya memiliki sifat qanaah atas apa yang telah diberikan kepadanya.”

Sikap qanaah ini sejatinya seperti pupuk. Benih kecil yang ditanam akan terus tumbuh subur. Merekahkan bunga cinta dan berbuah keberkahan hidup. Kedamaian akan terpancar dari rasa syukur, menerangi hati dan menyebarkan kehangatan dalam hubungan.

Istri shalihah akan mengutamakan sifat qanaah. Setiap nafkah yang diberikan akan diterima dengan penuh syukur. Menjadikan suaminya merasa dihormati dan bertambah kecintaan. Rezeki yang dinikmati pun menjadi lebih berkah. Keadaan apapun dalam kehidupannya akan terus terasa indah.

Satu hal utama lagi yang dimiliki istri shalihah. Adalah sifat sabar yang terus meluas sejauh harapannya akan keridhaan Allah. Sudah menjadi kepastian setiap orang akan diuji dengan musibah yang beragam. Baik itu cobaan atas diri, keluarga, maupun hartanya. Seorang istri shalihah akan bersabar dengan segala yang menimpanya. Hal ini bisa membuat rumah tangga semakin kokoh, bertambah rasa saling percaya, dan saling menguatkan hingga ujian mereda.

Istri shalihah juga diibaratkan seperti tanah yang subur. Darinyalah tumbuh benih-benih berkualitas. Kokoh imannya, kuat fisiknya, ranum buah akhlaknya. Menjadi madrasatul ula yang mencetak generasi bertakwa dan unggul. Sukses kehidupan dunia dan akhiratnya. Sebab, dengan ketulusannya dalam mendidik dan doa yang dipanjatkan seorang ibu, Allah Ta’ala berkenan menurunkan rahmat dan mengabulkannya. Tentulah menjadi sangat berpengaruh bagi kehidupan anak-anaknya di masa kini dan mendatang.

 

Bercermin kepada Wanita Terbaik

Siapakah wanita terbaik? Adalah ibunda Khadijah ra, ibunda Aisyah ra, dan ummahatul mukminin lainnya, beserta segenap sahabiyah yang hidup sezaman dengan nabiyullah Muhammad Saw. Merekalah yang paling kokoh imannya di antara seluruh muslimah di muka bumi. Figur istri shalihah sempurna tercermin lewat sejarah yang mencatat kemuliaannya.

Aku ingin menjadi seorang istri shalihah. Meskipun amat jauh bila dibandingkan tingkat keimanan, sedikitnya aku berusaha mengais hikmah dan mengambil teladan dari para wanita terbaik. Selalu berusaha menambah kecintaan kepada mereka. Sebab Rasulullah Saw bersabda dalam banyak riwayat shohih, bahwasanya kelak kita akan dikumpulkan bersama orang yang kita cintai.

Semoga sedikit tulisan yang dapat ditorehkan, mampu menggugah para muslimah untuk berjuang menjadi istri shalihah. Kelak kita bisa mendapat kasih sayang Allah dan berkumpul di dalam surga. Aamiin.

Hidup ini adalah perjalanan menuju ke keabadian, sepanjang jalannya adalah perjuangan yang hasilnya dipetik kemudian (setelah kematian). Lantas, apa yang sudah aku persiapkan? (Muhasabah diri).

Menikmati artikel ini? Tetap terinformasi dengan bergabung buletin kami!

Komentar

Anda harus masuk untuk mengirim komentar.

Tentang Penulis

Tempias Hati, yang tersisa dari air hujan.

Artikel Populer
Des 17, 2019, 7:00 PM - Arini Rahmatia
Jan 18, 2020, 12:29 PM - Nurul Khomsin Amaliyyah
Des 19, 2019, 12:20 AM - Nurul Khomsin Amaliyyah